Pencarian

Ekspansi Pabrik EV Proton dan VinFast Berjalan Masif, Indonesia Baru Rencanakan Mobnas Listrik pada 2028

Kamis, 04 Juni 2026 • 09:31:01 WIB
Ekspansi Pabrik EV Proton dan VinFast Berjalan Masif, Indonesia Baru Rencanakan Mobnas Listrik pada 2028
Ekspansi pabrik Proton di Tanjung Malim tingkatkan kapasitas produksi mobil listrik lebih dari dua kali lipat.

BANTEN — Ketimpangan industri kendaraan listrik di Asia Tenggara semakin terlihat. Dua negara tetangga, Malaysia dan Vietnam, sudah bergerak cepat memproduksi mobil listrik nasional secara massal, sementara Indonesia masih berkutat pada wacana dan janji kampanye.

Proton Lipatgandakan Kapasitas Produksi EV di Tanjung Malim

Proton, merek mobnas Malaysia, mengumumkan ekspansi besar-besaran pabrik kendaraan listrik mereka di Tanjung Malim. Investasi senilai RM37 juta atau sekitar Rp166 miliar dialokasikan untuk memperluas fasilitas yang baru berusia sembilan bulan itu.

Saat ini, kapasitas produksi pabrik tersebut mencapai 20.000 unit per tahun. Setelah ekspansi rampung, kapasitasnya akan melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 42.000 unit per tahun. Keputusan ini didorong oleh tingginya permintaan pasar terhadap Proton eMas 5.

"Permintaan pelanggan telah melampaui proyeksi awal kami, dan ini telah mempercepat rencana kami untuk melokalisasi kapasitas produksi," ujar Wakil CEO Proton, Datuk Abdul Rashid Musa, dikutip dari Paultan, Rabu (3/6).

Pada periode Januari-April 2026, Proton eMas 5 mencatat pengiriman sebanyak 8.472 unit dan menjadi mobil listrik terlaris di Malaysia. "Selain meningkatkan volume produksi, investasi ini juga mencerminkan komitmen Proton untuk membantu mengembangkan ekosistem EV Malaysia," tambahnya.

VinFast Produksi 200.000 Unit pada 2025, Pabrik Baru Beroperasi di Tiga Negara

Vietnam juga tak kalah agresif. VinFast, merek dalam negeri Vietnam, telah memproduksi 200.000 unit mobil listrik sepanjang 2025 di pabrik Hai Phong. Kendaraan tersebut tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga diekspor ke berbagai negara di Asia dan Amerika.

Keseriusan VinFast terlihat dari ekspansi pabriknya. Kini, selain fasilitas Hai Phong, VinFast telah mengoperasikan tiga pabrik lainnya: Ha Tinh (Vietnam), Tamil Nadu (India), dan Jawa Barat (Indonesia). Dengan tambahan kapasitas ini, bukan mustahil produksi VinFast pada 2026 akan meningkat pesat dibandingkan tahun sebelumnya.

Indonesia Baru Rencanakan Mobnas pada 2028, Tak Spesifik Mobil Listrik

Situasi berbeda terjadi di Indonesia. Ketika Malaysia dan Vietnam sudah memproduksi mobnas listrik dalam kapasitas besar, Indonesia masih sibuk bermimpi. Hingga saat ini, belum ada satu pun merek mobnas yang dipasarkan secara massal. Seluruhnya masih sebatas rencana dan janji kampanye.

Terbaru, Presiden Prabowo Subianto mengungkap rencana Indonesia memiliki mobnas mulai 2028. Berbeda dengan Vietnam dan Malaysia, kendaraan yang kelak akan menjadi produk anak bangsa tersebut tak spesifik menggunakan tenaga listrik. Namun, di kesempatan berbeda, Prabowo juga mengatakan Indonesia akan memproduksi sedan listrik besar-besaran di tahun yang sama. Secara tak langsung, dia juga ingin kendaraan nonemisi segera dinasionalkan.

Bayangkan, ketika negara tetangga sudah memproduksi puluhan bahkan ratusan ribu unit mobnas listrik per tahun, Indonesia justru masih membuat rencana untuk dua tahun mendatang. (sfn/dry)

Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks