BANTEN — Presiden Prabowo Subianto melontarkan kecurigaan adanya pemberitahuan khusus kepada pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) saat dirinya melakukan kunjungan mendadak ke SMPN 111 Jakarta beberapa hari lalu. Kecurigaan itu disampaikan langsung di hadapan para pejabat dan undangan dalam acara "Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition" di SICC, Kabupaten Bogor, Kamis (4/6/2026).
Menurut Kepala Negara, tekstur nasi yang disajikan saat itu terlalu pulen—menyerupai nasi di restoran Jepang—sehingga tidak wajar untuk menu MBG harian. "Saya curiga ini khusus untuk, karena sudah dapat info Presiden mau datang. Coba, Kepala BIN adakan penyelidikan," ujar Prabowo dalam sambutannya yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Perintah Inspeksi Mendadak Tanpa Pemberitahuan
Akibat kejadian tersebut, Prabowo menerbitkan instruksi tegas bagi jajarannya. Ia melarang keras adanya pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak sekolah atau pengelola dapur ketika dirinya akan melakukan kunjungan ke lapangan. "Lain kali, ya, kalau saya datang, awas, jangan beri tahu saya mau datang," tegasnya.
Instruksi ini, menurut pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, mengindikasikan bahwa Presiden menginginkan data otentik kondisi pelaksanaan program prioritasnya. "MBG adalah proyek strategis nasional. Jika kunjungan presiden selalu disambut dengan sajian 'istimewa', maka evaluasi program menjadi tidak akurat," kata analis kebijakan yang enggan disebut namanya.
Menu MBG Dinilai Enak Tapi Porsi Kurang
Dalam kesempatan mencicipi yang sama, Prabowo mengaku puas dengan cita rasa orek tempe dan sayur labu campur jagung yang disajikan. Ia menyebut kedua lauk tersebut memiliki rasa yang enak, meskipun porsinya dinilai kurang untuk ukuran orang dewasa. "Orek tempe, enak sekali. Hanya, hanya, hanya kurang banyak," katanya.
Meski begitu, Prabowo mengingatkan bahwa porsi MBG telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia mencontohkan Tony Robbins yang bertubuh besar juga ikut menyantap menu yang sama. "Pak Tony sama saya makan. Dia gede orangnya, kan, dia dalam hati, aduh kasihan anak Indonesia, ya," kelakar Prabowo.
Apresiasi untuk Dapur Polri
Dapur yang bertanggung jawab memasak menu MBG di SMPN 111 Jakarta diketahui merupakan dapur milik Polri. Prabowo memberikan pujian khusus kepada institusi tersebut meskipun dengan nada bercanda. "Aku makan, saya akui karena ini, apa itu, dapurnya Polri yang agak baik. Kenapa kalian ketawa? Ya bagus, dong, agak baik itu bagus. Daripada agak jelek," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala BIN belum memberikan pernyataan resmi terkait perintah penyelidikan yang dilontarkan Presiden. Program MBG sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo yang menyasar jutaan anak sekolah di seluruh Indonesia dengan target perbaikan gizi dan penurunan angka stunting nasional.