BANTEN — Aksi bersih-bersih yang berlangsung sejak pagi hari itu tidak sekadar memungut sampah. Para peserta memilah temuan mereka berdasarkan kategori: organik, anorganik, hingga bahan berbahaya dan beracun (B3). Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang turun langsung dalam kegiatan tersebut, menilai volume sampah yang relatif kecil—hanya 330 kilogram dari area seluas Masjid Negara—menandakan kesadaran warga Nusantara yang sudah terbangun.
Angka 330 Kg Jadi Indikator Kebersihan Kawasan
Basuki menjelaskan, jumlah sampah yang terkumpul justru menjadi kabar baik. "Hari ini di Masjid Negara IKN, kita melaksanakan Korve dan berhasil mengumpulkan sampah hanya 330 kilogram. Jumlah tersebut mengartikan bahwa kita selalu menjaga lingkungan dan kawasan Nusantara agar tetap bersih," ujarnya.
Menurut dia, Otorita IKN terus mendorong dua hal utama dalam Gerakan Indonesia ASRI: penanaman pohon dan menjaga kebersihan. "Apa yang menjadi program pemerintah melalui Gerakan Indonesia ASRI, kita terus dukung," tegas Basuki.
Teleconference Nasional Hubungkan IKN dengan 7 Wilayah
Usai memungut sampah, kegiatan dilanjutkan dengan teleconference nasional. Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, yang berada di Buperta Cibubur, berhubungan langsung dengan tujuh wilayah, termasuk IKN yang diwakili Basuki Hadimuljono. Seluruh peserta kerja bakti di halaman Masjid Negara IKN menyaksikan dialog tersebut secara langsung.
Raehan Amsyah dari RS Hermina Nusantara menilai teleconference itu membuka wawasan. "Acara tadi cukup seru, apalagi ada kegiatan penyampaian dari provinsi lain, kita jadi tahu permasalahan lingkungan di setiap provinsinya," katanya. Ia menambahkan, Otorita IKN merangkul banyak pihak—instansi, mitra, desa, dan kelurahan—untuk menjadikan kepedulian lingkungan sebagai gaya hidup.
Warga Desa Pemaluan: Lingkungan Bersih Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
Salah satu peserta, Ratna Juwita dari Desa Pemaluan, ikut membersihkan area sekitar masjid sejak pagi. Ia memilah sampah yang bisa didaur ulang dan yang tidak. "Untuk Hari Lingkungan Hidup Sedunia, semangat bersih, semangat sehat, semangat untuk semuanya," ujarnya penuh energi.
Partisipasi dalam Korve tahun ini tidak hanya berasal dari warga desa. Pemerintah daerah setempat, perbankan, rumah sakit, perhotelan, sejumlah perusahaan, hingga aparat keamanan di kawasan Nusantara turut ambil bagian. Semangat mereka selaras dengan tagline global peringatan tahun ini: No Generation Left Behind—tidak ada satu pun generasi yang tertinggal.