BANTEN — Kelompok bank BUMN memimpin pertumbuhan kredit perbankan nasional pada April 2026. Data OJK yang dirilis pekan lalu menunjukkan ekspansi kredit bank pelat merah mencapai 14,35 persen secara tahunan, melampaui bank swasta maupun bank daerah.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut capaian ini menjadi yang tertinggi dibanding kelompok bank lain berdasarkan kepemilikan. "Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi, yaitu sebesar 14,35 persen yoy," ujar Dian dalam konferensi pers RDKB OJK, belum lama ini.
Kredit Investasi dan Korporasi Jadi Penopang
Secara keseluruhan, kredit perbankan nasional tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun pada April 2026. Angka ini meningkat dibandingkan posisi Maret 2026 yang tumbuh 9,49 persen yoy.
Dari sisi jenis penggunaan, kredit investasi menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 19,48 persen yoy. Sementara itu, berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh paling tinggi sebesar 15,51 persen yoy.
"Kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga," tambah Dian.
Dampak ke Sektor Riil dan UMKM
Ekspansi kredit bank BUMN yang agresif berdampak langsung ke sektor riil. Kredit korporasi yang tumbuh 15,51 persen menunjukkan perusahaan-perusahaan besar, termasuk BUMN karya dan holding energi, gencar melakukan ekspansi. Sementara itu, kredit investasi yang naik 19,48 persen menjadi sinyal optimisme pelaku usaha dalam membangun kapasitas produksi baru.
Meski OJK tidak merinci angka spesifik per bank, BRI selama ini dikenal sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar, sementara Mandiri dan BNI fokus pada segmen korporasi dan infrastruktur. Ekspansi ini juga berpotensi menekan suku bunga kredit di tengah kebijakan suku bunga acuan yang mulai longgar.
Prospek ke Depan
OJK memperkirakan pertumbuhan kredit masih akan berlanjut sepanjang 2026 seiring dengan pemulihan ekonomi nasional. Namun, lembaga pengawas ini tetap mewaspadai risiko kredit macet (NPL) yang harus dijaga di bawah ambang batas aman.
Dengan pertumbuhan kredit bank BUMN yang mencapai 14,35 persen, kelompok bank ini dipastikan tetap menjadi andalan dalam menggerakkan roda ekonomi nasional.