Pencarian

Lebih dari 75 Proyek Data Center Senilai 130 Miliar Dolar Berhasil Diblokir Sepanjang 2026, Perlawanan Bipartisan Meluas

Minggu, 14 Juni 2026 • 01:38:31 WIB
Lebih dari 75 Proyek Data Center Senilai 130 Miliar Dolar Berhasil Diblokir Sepanjang 2026, Perlawanan Bipartisan Meluas
Perlawanan bipartisan di AS sukses memblokir lebih dari 75 proyek data center sepanjang 2026.

Perlawanan ini datang dari kedua kubu politik—Demokrat dan Republik—di tengah dorongan besar-besaran pemerintahan Presiden Trump untuk mempercepat pengembangan kecerdasan buatan (AI) di dalam negeri. Ironisnya, ambisi AI justru menjadi bumerang ketika dampak infrastrukturnya mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.

Beban Listrik dan Air Jadi Pemicu Utama

Data center adalah fasilitas raksasa yang membutuhkan pasokan listrik setara kota kecil dan jutaan galon air setiap hari untuk pendinginan server. Di negara bagian seperti Virginia, Arizona, dan Ohio, warga serta pemerintah daerah mulai menolak izin pembangunan karena khawatir tagihan listrik rumah tangga melonjak dan sumber air bersih terkuras.

“Ini bukan lagi soal menolak teknologi. Ini soal kelangsungan hidup warga,” ujar seorang pejabat daerah di Virginia yang dikutip dalam laporan tersebut. Kekhawatiran akan kenaikan biaya hidup menjadi isu lintas partai yang menyatukan suara di parlemen lokal.

Angka Penolakan Melonjak Drastis

Firma riset yang menyusun data ini mencatat bahwa jumlah proyek yang terblokir pada kuartal pertama 2026 saja sudah sama dengan total proyek gagal sepanjang tahun lalu. Ini menunjukkan eskalasi perlawanan yang sangat cepat dalam waktu singkat.

Sebagian besar proyek yang dihentikan berada di tahap perizinan dan konstruksi awal. Investor yang sudah menggelontorkan dana untuk lahan dan desain kini harus menelan kerugian atau memindahkan proyek ke negara bagian yang lebih longgar regulasinya.

Dilema Pemerintah: Antara AI dan Rakyat

Pemerintahan Trump memang gencar mendorong pembangunan infrastruktur AI di AS untuk bersaing dengan China. Namun, resistensi dari akar rumput menunjukkan bahwa kebijakan top-down tidak selalu berjalan mulus.

Para pengamat menilai bahwa tanpa solusi konkret terkait efisiensi energi dan tata kelola air, perlawanan terhadap data center akan terus meningkat. Beberapa perusahaan teknologi besar mulai bereksperimen dengan reaktor nuklir modular kecil untuk memasok listrik, namun teknologinya masih jauh dari siap secara komersial.

Dampak bagi Pasar Global

Meski belum langsung berdampak ke Indonesia, tren ini patut dicermati. Indonesia sendiri tengah gencar membangun ekosistem data center di Batam, Jakarta, dan kawasan industri lainnya. Jika model penolakan serupa terjadi di sini karena masalah lahan dan sumber daya, proyek ambisius pemerintah di bidang transformasi digital bisa terhambat.

Yang jelas, perang antara kebutuhan komputasi raksasa dan keterbatasan sumber daya alam baru saja dimulai. Dan di Amerika, rakyat sudah lebih dulu angkat bicara.

Bagikan
Sumber: tomshardware.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks