Pencarian

Kenaikan BBM 37% Jadi Momentum Akselerasi Motor Listrik, AISMOLI Desak Kepastian Kebijakan

Kamis, 18 Juni 2026 • 23:58:31 WIB
Kenaikan BBM 37% Jadi Momentum Akselerasi Motor Listrik, AISMOLI Desak Kepastian Kebijakan
Kenaikan BBM 37 persen mendorong akselerasi penggunaan motor listrik di Indonesia.

BANTEN — Kenaikan harga bahan bakar minyak hingga 37 persen per 10 Juni 2026 langsung mengubah peta ekonomi transportasi rumah tangga. Riset INDEF 2025 mencatat hampir 20 persen pengeluaran rumah tangga tersedot untuk kebutuhan kendaraan—dari pembelian, perawatan, pajak, hingga BBM. Dengan kenaikan ini, komponen biaya bahan bakar menjadi jauh lebih sensitif terhadap daya beli.

Ketua Umum AISMOLI Budi Setiyadi mengatakan momen ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat elektrifikasi. “Hasil survei ini menunjukkan masyarakat Indonesia sudah siap, memahami manfaatnya, dan menantikan percepatan transisi energi di bidang transportasi,” ujar Budi dalam AISMOLI Annual Meeting 2026.

98 Persen Responden Dukung Motor Listrik, 81 Persen Siap Beralih

Survei Litbang Kompas yang digelar April 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar menunjukkan angka dukungan publik terhadap kendaraan listrik berada di level tertinggi. Sebanyak 98 persen responden mendukung penggunaan kendaraan listrik, dan 94,8 persen menilai pemerintah perlu mempercepat transisi lewat kebijakan konkret.

Tingkat kesadaran terhadap kendaraan listrik juga tinggi dengan skor 8,04 dari skala 10. Yang lebih menarik: 81,1 persen responden yang belum memiliki kendaraan listrik menyatakan bersedia beralih jika manfaat ekonomi, kesehatan, dan lingkungan terbukti. Sementara itu, 96,8 persen pengguna kendaraan listrik bersedia merekomendasikannya ke orang lain karena biaya operasional yang jauh lebih murah.

Biaya Operasional Motor Listrik Bisa Hemat hingga 83 Persen

Data Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) yang dipaparkan dalam acara AISMOLI menunjukkan motor listrik mampu menekan biaya operasional 74 hingga 83 persen dibanding motor bensin. Angka ini menjadi argumen kuat di tengah tekanan kenaikan BBM yang membuat ongkos transportasi konvensional membengkak.

Setiap motor listrik yang menggantikan motor bensin juga mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi dan menekan beban subsidi BBM di APBN. Namun, faktor utama yang menentukan percepatan adopsi bukan lagi kesadaran publik, melainkan kepastian kebijakan pemerintah.

Industri Tunggu Insentif Jangka Panjang, Bukan Sekadar Stimulus Pendek

Survei Litbang Kompas menemukan mayoritas calon konsumen menempatkan manfaat ekonomi dan keberlanjutan insentif sebagai faktor penentu keputusan pembelian. AISMOLI mendesak pemerintah untuk tidak hanya memberikan insentif jangka pendek, tetapi membangun ekosistem regulasi yang konsisten dan bisa diprediksi dalam jangka panjang.

“Bagi pemerintah, ini bukan beban, melainkan peluang untuk memimpin perubahan yang didukung mayoritas masyarakat,” tegas Budi. Dengan dukungan publik yang nyaris bulat dan tekanan ekonomi dari kenaikan BBM, momentum ini bisa menjadi titik balik elektrifikasi transportasi nasional—asalkan regulasi tidak setengah hati.

Bagikan
Sumber: suara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks