TANGERANG — Efisiensi anggaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai menyentuh sektor infrastruktur. Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax menjadi pemicu utama Pemkab Tangerang untuk menghitung ulang volume pekerjaan, khususnya pada proyek pembangunan dan pengerasan jalan.
Volume Pekerjaan Dipangkas, Kualitas Jadi Prioritas
Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, di Tangerang pada Jumat lalu. Ia menjelaskan bahwa setiap kegiatan atau proyek di OPD-OPD besar seperti Dinas Bina Marga, Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB), serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) tengah dievaluasi ulang.
"Setiap kegiatan atau proyek akhirnya kita hitung ulang. Terutama di OPD-OPD besar seperti Bina Marga, DTRB, Perkim, dan beberapa OPD lainnya yang kegiatannya relatif banyak," kata Soma.
Dampak Kenaikan BBM Merembes ke Proyek Pemerintah
Menurut Soma, dampak kenaikan BBM tidak hanya berhenti di sektor transportasi umum. Kenaikan harga Pertamax ikut mendongkrak berbagai komponen biaya lain yang digunakan dalam pelaksanaan proyek-proyek pemerintah, mulai dari bahan baku hingga alat berat.
"Dampak kenaikan BBM tidak hanya dirasakan pada sektor transportasi, tetapi juga berimbas pada kenaikan berbagai komponen biaya lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan proyek pemerintah," jelasnya.
Realistis, Bukan Memaksakan Diri
Soma menegaskan bahwa langkah mengurangi volume pekerjaan dinilai lebih realistis dibandingkan memaksakan volume awal yang berisiko menurunkan kualitas hasil pembangunan. Ia memberi gambaran sederhana terkait kebijakan ini.
"Misalnya sederhananya begini, jalan yang tadinya direncanakan 100 meter, mungkin dengan perubahan harga ini menjadi 90 meter. Kira-kira begitu. Mau tidak mau karena harganya sudah berubah," terangnya.
Proyek Prioritas Daerah Tetap Jalan
Kendati volume proyek dikurangi, Soma memastikan bahwa seluruh proyek yang telah ditetapkan sebagai prioritas pembangunan daerah tidak akan terganggu. Proyek-proyek strategis tetap berjalan sesuai perencanaan awal, hanya volume pekerjaan yang disesuaikan dengan kondisi anggaran terkini.
"Insyaallah pembangunan prioritas tidak terganggu. Yang berubah volumenya saja," ucapnya.