Pencarian

Cetak Talenta Digital dari Masjid, GPS Tangsel Luncurkan Innovation Center untuk Anak Muda

Kamis, 25 Juni 2026 • 23:08:47 WIB
Cetak Talenta Digital dari Masjid, GPS Tangsel Luncurkan Innovation Center untuk Anak Muda
Peluncuran GPS Digital Academy & Innovation Center di masjid Tangsel untuk cetak talenta digital muda.

TANGERANG SELATAN — Anak muda di Kota Tangerang Selatan kini punya ruang belajar teknologi baru yang tak biasa. Bukan di kampus atau pusat startup, melainkan di masjid. Gerakan Pejuang Shubuh (GPS) Tangsel baru saja meluncurkan GPS Digital Academy & Innovation Center, sebuah wadah yang dirancang untuk mencetak talenta digital dari komunitas keagamaan.

Ketua GPS Tangsel, Ustaz Muhammad Sartono, menegaskan bahwa masjid tak lagi hanya menjadi tempat ibadah. Menurutnya, masjid bisa menjelma menjadi pusat peradaban yang melahirkan generasi muda melek teknologi.

“Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat peradaban dan pengembangan sumber daya manusia. Kami ingin melahirkan generasi muda yang melek teknologi, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Sartono.

Apa Saja yang Dipelajari di Innovation Center Ini?

Melalui pusat inovasi ini, peserta akan mendapatkan akses ke sejumlah materi pelatihan digital. Mulai dari pembuatan konten digital, pemrograman (coding), hingga pengenalan kecerdasan buatan (AI). Selain itu, tersedia juga ruang kolaborasi untuk mengembangkan ide dan inovasi anak muda.

Program ini tidak berjalan sendiri. Diskominfo Kota Tangsel memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Kepala Diskominfo Tangsel, TB Asep Nurdin, menilai pengembangan talenta digital berbasis komunitas merupakan langkah strategis untuk memperluas manfaat transformasi digital hingga ke tingkat akar rumput.

Mengapa Pemerintah Mendukung Program Berbasis Masjid Ini?

Menurut Asep, pembangunan kota cerdas atau smart city tidak bisa hanya mengandalkan teknologi dan infrastruktur. Kesiapan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan teknologi menjadi faktor kunci. Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas seperti GPS dinilai sebagai model potensial untuk memperkuat ekosistem smart city yang inklusif di Tangsel.

“Pembangunan kota cerdas tidak hanya bergantung pada teknologi dan infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekitar,” ujar Asep.

Bagaimana Dampaknya bagi Anak Muda Tangsel?

Kehadiran GPS Digital Academy & Innovation Center diharapkan menjadi lebih dari sekadar tempat belajar. Ruang ini dirancang sebagai tempat lahirnya inovasi yang bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Bagi anak muda Tangsel, ini menjadi peluang untuk mengasah keterampilan digital tanpa harus meninggalkan nilai-nilai keagamaan.

Langkah GPS Tangsel ini menjadi contoh bagaimana komunitas keagamaan bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Masjid yang selama ini identik dengan kegiatan spiritual, kini mulai merambah ke dunia digital dan teknologi.

Apa yang Membedakan Program Ini dengan Kursus Digital Lainnya?

Perbedaan utamanya terletak pada basis komunitas dan lokasi. Program ini berpusat di lingkungan masjid, sehingga lebih mudah dijangkau oleh warga sekitar. Selain itu, pendekatan pembinaan yang dilakukan tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pengembangan karakter dan spiritual peserta.

Dengan adanya inisiatif ini, Kota Tangsel semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah yang serius dalam mengembangkan ekosistem digital dari berbagai lini, termasuk dari lingkungan keagamaan.

Bagikan
Sumber: semartara.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks