BANTEN — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di level 6.154,97 dan bergerak fluktuatif hingga berada di 6.149,88 pada perdagangan Kamis (08/10/2026) pukul 09.31 WIB. Posisi itu naik 3,15 poin atau 0,051 persen dari penutupan sebelumnya di 6.146,72. Di saat yang sama, indeks sektor energi justru turun 9,80 poin atau 0,30 persen ke level 3.216,83.
Sepanjang awal sesi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.179,09. Namun indeks tidak bertahan di zona itu dan berbalik melemah hingga menyentuh titik terendah 6.137,66. Data Google Finance menunjukkan pergerakan yang belum menemukan arah jelas dalam satu jam pertama perdagangan.
Yang menarik, penguatan tipis IHSG tidak diikuti sektor energi. Indeks sektor energi berada di zona merah dengan penurunan 0,30 persen, menjadikannya salah satu sektor yang tertinggal dari laju indeks acuan.
Saham Energi yang Masih Bertahan di Zona Hijau
Di tengah tekanan sektor, sejumlah saham energi tetap mencatatkan kenaikan. Golden Eagle Energy memimpin dengan penguatan 6,48 persen ke level 3.450.
Dua saham lain yang ikut menguat adalah Golden Energy Mines naik 0,86 persen ke level 8.750 dan Prima Andalan Mandiri naik 0,56 persen ke level 3.560. Kenaikan ini menandakan masih ada minat beli selektif pada emiten batu bara tertentu.
Daftar Saham Energi yang Tertekan
Tekanan jual lebih dominan di kelompok saham energi pagi ini. Berikut pergerakan saham yang terkoreksi:
- Mitrabahtera Segara: turun 8,22 persen ke level 4.130
- Adaro Andalan Indonesia: melemah 1,86 persen ke level 11.875
- Petrosea: terkoreksi 1,46 persen ke level 5.075
- Baramulti Suksessarana: turun 0,96 persen ke level 5.175
- Bukit Asam: melemah 0,89 persen ke level 3.350
- Paragon Karya Perkasa: terkoreksi 0,74 persen ke level 6.700
- Indo Tambangraya Megah: turun 0,68 persen ke level 25.750
- Bayan Resources: melemah 0,40 persen ke level 12.500
- Indika Energy: turun 0,37 persen ke level 2.720
- ABM Investama: turun 0,37 persen ke level 2.720
- Raharja Energi Cepu: terkoreksi 0,24 persen ke level 4.110
Koreksi terdalam dipegang Mitrabahtera Segara dengan penurunan 8,22 persen. Sementara Adaro Andalan Indonesia, yang menjadi salah satu emiten batu bara berkapitalisasi besar, turun 1,86 persen.
Dua Saham Energi Stagnan
Super Energy dan Dana Brata Luhur tercatat tidak mengalami perubahan harga pada perdagangan pagi ini. Keduanya masing-masing berada di level 2.900 dan 2.690.
Stagnasi kedua saham ini menunjukkan belum ada katalis baru yang mendorong investor untuk masuk maupun keluar dari posisi.
Apa yang Perlu Dicermati Investor
Pergerakan IHSG yang hanya naik 0,051 persen menandakan pasar masih wait and see. Rentang fluktuasi dari 6.137,66 hingga 6.179,09 dalam waktu singkat memperlihatkan ketidakpastian arah dalam sesi pagi.
Bagi investor yang memegang saham sektor energi, koreksi indeks sektor bisa menjadi sinyal untuk mencermati ulang posisi. Sebagian emiten batu bara masih mencatat kenaikan, tetapi mayoritas saham energi berada di zona merah.
Perdagangan sesi berikutnya akan menentukan apakah IHSG mampu mempertahankan level 6.149 atau kembali tertekan ke bawah 6.137. Sektor energi perlu perhatian tersendiri karena bergerak berlawanan dengan indeks acuan.