BANTEN — Telkomsel memperkenalkan lima inovasi digital sekaligus di Bali Tech Week 2026, mulai dari platform AI Octa, asisten Adelia, keamanan digital Syskamling, edukasi Sacred Octagon, hingga IndiHome Aura. Forum di Sanur, Denpasar, itu menjadi panggung Direktur Utama Telkomsel Nugroho memaparkan strategi perusahaan keluar dari ketergantungan bisnis konektivitas. Langkah tersebut menyasar pengguna individu hingga korporasi yang membutuhkan layanan AI dan IoT buatan lokal.
Direktur Utama Telkomsel Nugroho menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh berhenti sebagai pasar bagi teknologi global. Pernyataan itu disampaikan dalam forum Bali Tech Week 2026 di Sanur, Denpasar, Senin, di hadapan pelaku industri digital.
Menurut Nugroho, populasi besar Indonesia justru menjadi modal untuk membangun teknologi sendiri. Penguatan kemampuan, talenta, dan ekosistem digital nasional disebut sebagai jalan menuju kedaulatan digital.
"Indonesia memiliki pasar yang sangat besar, dan kita tidak bisa hanya menjadi pasar. Kita perlu memiliki teknologi sendiri, kemampuan sendiri, yang didukung oleh talenta kita sendiri," ujar Nugroho.
Mengapa Telkomsel Melepas Ketergantungan pada Konektivitas
Pendapatan dari konektivitas ritel dinilai melambat di industri telekomunikasi global. Telkomsel membaca peluang pertumbuhan justru datang dari layanan bisnis dan teknologi digital, terutama AI dan Internet of Things (IoT).
Karena itu, perusahaan memperluas portofolio solusi digital ke dua arah sekaligus: pelanggan individu (B2C) dan pelanggan korporasi (B2B). Lima produk baru menjadi wujud konkret perluasan tersebut.
Octa, Gerbang API AI untuk Pengembang dan UMKM
Octa adalah platform AI yang membuka akses lebih luas ke teknologi kecerdasan buatan. Pengembang, pelaku usaha, dan kreator bisa memanfaatkan API AI, aplikasi, serta asisten pintar untuk membangun solusi sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia.
Platform ini juga dilengkapi mekanisme pengelolaan berbagai large language model (LLM). Dengan begitu, Telkomsel dapat memilih model yang paling sesuai untuk tiap penggunaan sekaligus menekan biaya layanan bagi pelanggan.
Adelia dan Syskamling: Asisten Lokal dan Penjaga Keamanan Digital
Adelia dirancang sebagai asisten AI yang lebih relevan dengan bahasa dan budaya Indonesia. Fungsinya menggabungkan pencarian informasi, penjelajahan internet, dan percakapan berbasis AI dalam satu antarmuka.
Sementara Syskamling menyasar sisi keamanan. Solusi berbasis AI ini membantu mendeteksi penipuan dan kecurangan digital, dengan harapan meningkatkan kepercayaan masyarakat saat beraktivitas di ruang digital.
Sacred Octagon dan IndiHome Aura di Sektor Pendidikan dan Rumah Tangga
Di bidang pendidikan, Telkomsel menghadirkan Sacred Octagon, solusi pembelajaran matematika berbasis permainan interaktif. Produk ini memanfaatkan AI dan metode GASING, dikembangkan bersama profesor matematika Yohanes Surya untuk menggenjot literasi matematika generasi muda.
Untuk sektor rumah pintar, ada IndiHome Aura yang mengintegrasikan konektivitas, IoT, dan energi hijau. Solusi ini mencakup pemanfaatan panel surya guna mendukung penggunaan energi terbarukan di rumah tangga.
Kaitan dengan Agenda Asta Cita Pemerintah
Nugroho menyebut pengembangan kelima solusi tersebut sebagai bagian dari komitmen Telkomsel mendukung agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Fokusnya adalah kemandirian teknologi dan kedaulatan digital Indonesia.
Penguatan kedaulatan digital, menurut dia, perlu ditempuh lewat teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, peningkatan kemampuan sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan berbagai mitra.
Bagi pelaku bisnis digital dan investor, langkah Telkomsel ini menambah daftar pemain lokal yang serius menggarap lapisan aplikasi AI, bukan sekadar infrastruktur jaringan. Persaingan di segmen platform AI untuk pengembang dan UMKM diprediksi makin ramai dalam beberapa kuartal ke depan.