JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penghargaan kepada 15 daerah terbaik dalam TPAKD Award 2026, dan tidak satu pun berasal dari Banten. Padahal provinsi itu memiliki kabupaten/kota yang selama ini dikenal sebagai wilayah dengan praktik rentenir berkedok koperasi dan pinjaman online yang marak.
Penghargaan diserahkan dalam Rapat Koordinasi Nasional TPAKD 2026 yang dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto. OJK menyebut ajang itu sebagai bentuk pengakuan atas kinerja daerah dalam memperluas akses keuangan legal bagi warga.
Siapa Saja Pemenang TPAKD Award 2026
Untuk tingkat provinsi, lima wilayah keluar sebagai juara. Sumatera Selatan mewakili wilayah Sumatera, DKI Jakarta untuk Jawa-Bali, Kalimantan Barat di Kalimantan, Sulawesi Selatan di Sulawesi, serta Maluku untuk Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Di tingkat kabupaten, penghargaan diraih Deli Serdang, Bantul, Tabalong, Kepulauan Selayar, dan Lombok Timur. Adapun tingkat kota dimenangkan Metro, Surabaya, Pontianak, Palu, dan Ambon.
Klaim Rp64,8 Triliun dan 2,28 Juta Debitur
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi melaporkan, hingga Oktober 2026 program unggulan Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) telah menyalurkan Rp64,85 triliun kepada 2,28 juta debitur. Kredit Sektor Prioritas menyalurkan Rp5,41 triliun kepada 103 ribu debitur.
Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan kepada OJK, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan semua pihak yang membangun kelembagaan TPAKD. "Saya menyampaikan penghargaan kepada Otoritas Jasa Keuangan, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan semua pihak yang telah bekerja membangun kelembagaan ini," kata Prabowo seperti dikutip siaran pers OJK.
Dalam forum yang sama, Presiden meresmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) berdasarkan PP No. 42/2026. Pemerintah berjanji menyalurkan pembiayaan Rp400 triliun tahun depan untuk petani, nelayan, dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Mengapa Absennya Banten Jadi Catatan
Banten selama ini menghadapi persoalan akses keuangan yang belum tuntas. Praktik rentenir berkedok koperasi dan pinjaman online masih ditemukan di wilayah Tangerang Raya, Serang, dan Lebak.
Kondisi itu membuat absennya Banten dari daftar juara nasional terasa janggal. Sebab, program K/PMR justru dirancang untuk menjangkau warga yang selama ini bergantung pada pinjaman ilegal dengan bunga tinggi.
TPAKD merupakan tim yang dibentuk OJK bersama pemerintah daerah dan Bank Indonesia. Tujuannya agar warga di daerah mudah mendapat akses keuangan yang legal, murah, dan aman, sehingga tidak terjerat rentenir.
Insentif Fiskal untuk Daerah Inovatif
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pemerintah akan melanjutkan insentif fiskal bagi daerah yang inovatif dalam perluasan akses keuangan. Kehadiran Presiden di forum itu, menurut Tito, menjadi sinyal pentingnya program tersebut.
"Bapak Presiden berkenan hadir langsung di acara ini. Artinya memberikan perhatian yang sangat penting kepada program ini," ujar Tito.
Bagi Banten, insentif itu masih menunggu giliran. Seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut belum menunjukkan capaian yang membuat mereka masuk jajaran penerima penghargaan tingkat nasional.