Pencarian

Dinkes Pandeglang Gandeng BNN Edukasi Guru Bojong Cegah Bahaya NAPZA

Senin, 04 Mei 2026 • 14:00:12 WIB
Dinkes Pandeglang Gandeng BNN Edukasi Guru Bojong Cegah Bahaya NAPZA
Dinkes Pandeglang dan BNN Banten mengedukasi guru Bojong tentang bahaya NAPZA.

PANDEGLANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mengintensifkan upaya pencegahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) di kalangan pelajar. Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Bojong, otoritas kesehatan membekali para tenaga pendidik dengan pengetahuan teknis mengenai bahaya narkotika dan metode pengawasan siswa.

Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Bojong ini menghadirkan narasumber ahli dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, Mita Maharani Sutardi, serta pengelola program NAPZA Dinkes Pandeglang, Yupizer. Sosialisasi ini menjadi bagian dari strategi jemput bola pemerintah daerah dalam memetakan faktor risiko di tingkat akar rumput.

Kepala UPT Puskesmas Bojong, Ita Rosiawati menyatakan, tenaga pendidik memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam memantau perkembangan perilaku anak didik. Melalui edukasi ini, guru diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengidentifikasi perubahan fisik maupun psikologis siswa.

Identifikasi Faktor Risiko NAPZA pada Remaja

Dalam pemaparannya, Ita Rosiawati menekankan pentingnya pemahaman mengenai faktor risiko yang kerap menyasar kelompok remaja. Lingkungan sekolah yang rentan memerlukan sistem deteksi dini yang kuat agar pencegahan dapat dilakukan sebelum masuk ke tahap kecanduan yang lebih berat.

“Khususnya faktor risiko NAPZA pada remaja. Serta peran tenaga pendidik dalam upaya pencegahan dan deteksi dini di lingkungan sekolah,” kata Ita Rosiawati, Minggu (3/5/2026).

Ita menerangkan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan peran aktif tenaga pendidik dalam upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA di lingkungan sekolah. Guru kini didorong untuk lebih peka terhadap dinamika sosial yang terjadi di antara para pelajar selama jam sekolah maupun di luar kelas.

Meminimalisir Potensi Penyalahgunaan di Lingkungan Sekolah

Fokus utama dari edukasi ini adalah memberikan instrumen bagi guru untuk melakukan klasifikasi awal. Dengan pengetahuan yang memadai, pihak sekolah dapat segera mengambil tindakan preventif atau koordinatif jika menemukan indikasi yang mencurigakan pada peserta didik.

“Sehingga dapat meminimalisir dan mengidentifikasi ketika ada pelajar yang terindikasi sebagai penyalahguna NAPZA,” ujar Ita menjelaskan target jangka pendek dari program tersebut.

Selain aspek identifikasi, sosialisasi ini juga membahas mengenai prosedur pelaporan dan penanganan awal yang sesuai dengan regulasi kesehatan dan hukum. Hal ini penting agar pihak sekolah tidak salah langkah dalam menangani kasus yang berkaitan dengan zat adiktif.

Sinergi Lintas Sektor demi Generasi Sehat

Kehadiran BNN Provinsi Banten dan Dinkes Pandeglang dalam satu forum menunjukkan adanya penguatan sinergi antarlembaga. Kolaborasi ini melibatkan sektor kesehatan melalui puskesmas, sektor pendidikan, serta otoritas penegakan hukum dan rehabilitasi dari BNN.

Ita menegaskan bahwa masalah narkotika tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja. Diperlukan kerja sama yang padu antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, Dinas Pendidikan, hingga BNN untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang bersih dari pengaruh barang haram tersebut.

“Bersama kita wujudkan generasi sehat cerdas dan bebas NAPZA,” pungkasnya.

Melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik di wilayah Bojong, Pemkab Pandeglang berharap angka penyalahgunaan NAPZA di tingkat kabupaten dapat ditekan secara signifikan. Program serupa direncanakan akan terus bergulir ke wilayah puskesmas lainnya guna memastikan perlindungan menyeluruh bagi generasi muda di Banten.

Bagikan
Sumber: radarbanten.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks