BANTEN — Layanan AI pencari berbasis percakapan, Perplexity, tengah menghadapi gelombang keluhan dari pelanggan setianya. Beberapa pengguna paket Pro senilai USD 20 per bulan (sekitar Rp 330.000) melaporkan bahwa batas mingguan untuk mengakses model AI canggih seperti Gemini 3.1 Pro atau model "Thinking" telah dipangkas secara signifikan. Akibatnya, mereka lebih cepat menemui tembok pembatas, bahkan saat frekuensi pencarian harian mereka tergolong rendah.
Berapa Banyak Pemakaian yang Terdampak?
Laporan dari forum Reddit, yang dikutip oleh Android Authority dan PiunikaWeb, menunjukkan variasi keluhan yang cukup mencolok. Seorang pengguna dengan nama akun SaberToaster mengaku hanya melakukan 10 hingga 20 pencarian per hari, namun tetap mencapai batas maksimal kuota model AI canggih. Lebih ekstrem lagi, pengguna SuppliDev mengaku batasnya habis hanya dengan tiga hingga lima permintaan per hari.
Kasus lain datang dari pengguna KhoaHachiman7 yang mengaku batas unggah file mingguannya langsung penuh hanya dengan dua kali unggahan. Beberapa pengguna bahkan berspekulasi bahwa Perplexity telah menurunkan batas token dari 200 menjadi 100, serta memangkas jumlah pencarian per minggu menjadi sekitar 100 hingga 150 kali.
Apakah Semua Model AI Terkena Dampak?
Pembatasan ini tidak bersifat menyeluruh. Berdasarkan laporan yang beredar, kebijakan ini hanya berlaku untuk pencarian yang menggunakan model AI canggih (advanced AI models), seperti Gemini 3.1 Pro atau model Thinking. Sementara itu, model reguler (regular models) yang menjadi andalan pencarian standar tampaknya tidak tersentuh oleh pemangkasan kuota ini.
Saat pengguna mencapai batas pemakaian, mereka akan disambut oleh pemberitahuan bertuliskan: "Get enhanced access to advanced models with Perplexity Max." Ini merupakan ajakan upgrade ke paket termahal Perplexity, yaitu Perplexity Max, yang dibanderol USD 2.004 per tahun (sekitar Rp 33 juta) atau USD 167 per bulan (sekitar Rp 2,7 juta). Sebagai perbandingan, paket Pro tahunan hanya seharga USD 204 (sekitar Rp 3,3 juta).
Siapa yang Paling Terdampak dan Apa Solusinya?
Menariknya, keluhan ini tampaknya tidak merata. Beberapa pengguna Reddit mencatat bahwa pengguna di Amerika Serikat tidak mengalami masalah serupa. Hal ini memicu spekulasi bahwa pembatasan ini bersifat regional. Sebagai solusi sementara, sejumlah pengguna menyarankan untuk menggunakan VPN dengan server di Amerika Serikat agar dapat menghindari batasan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Perplexity belum memberikan pernyataan resmi mengenai keluhan ini atau memperbarui halaman harga mereka. Pihak Android Authority telah menghubungi Perplexity untuk meminta klarifikasi, namun belum ada tanggapan. Para pengguna disarankan untuk tidak langsung mengambil kesimpulan, mengingat pembatasan laju (rate limiting) bisa saja terjadi karena beban server sementara atau gangguan regional tertentu.
Berapa biaya langganan Perplexity yang berlaku saat ini?
Perplexity Pro ditawarkan seharga USD 20 per bulan atau USD 204 per tahun (sekitar Rp 3,3 juta). Sementara itu, paket Perplexity Max dibanderol USD 167 per bulan atau USD 2.004 per tahun (sekitar Rp 33 juta). Paket Pro menawarkan akses ke model AI canggih dengan batas tertentu, sedangkan Max menjanjikan akses yang lebih leluasa.
Apakah batas pemakaian ini bersifat permanen?
Belum ada konfirmasi resmi dari Perplexity. Namun, berdasarkan pola keluhan yang muncul, perubahan ini diduga baru terjadi dan belum diumumkan secara luas. Pengguna disarankan untuk memantau pengumuman resmi dari Perplexity atau mencoba solusi VPN sebagai langkah sementara.
Apakah pengguna di Indonesia juga terdampak?
Belum ada laporan spesifik dari pengguna Indonesia. Namun, karena keluhan banyak datang dari pengguna di luar Amerika Serikat, ada kemungkinan pengguna di Indonesia juga mengalami pembatasan serupa. Jika Anda mengalami masalah ini, menggunakan VPN dengan lokasi AS bisa menjadi opsi untuk menguji apakah batasan tersebut bersifat regional.