BANTEN — Ford mengumumkan progres renovasi pabrik senilai USD 2 miliar yang mengubah total sistem produksi Louisville Assembly Plant. Pabrik yang dua tahun lalu ditutup itu kini menggunakan metode perakitan baru yang disebut universal production system, menggantikan jalur konveyor bergerak yang dipopulerkan Henry Ford lebih dari satu abad lalu.
Perombakan ini adalah fondasi bagi Fathom, pikap listrik medium yang ditargetkan menyasar konsumen dengan harga jual di bawah USD 30.000 (sekitar Rp 495 juta dengan kurs estimasi Rp 16.500 per dolar AS). Ford menyebut model ini sebagai EV pertama yang memakai platform universal generasi terbaru.
Mengapa Ford Merombak Total Pabriknya
Langkah ini diambil setelah lini EV Ford sebelumnya membebani profitabilitas perusahaan. Di saat yang sama, kompetitor dari China dan Tesla sudah lebih dulu menjual kendaraan listrik dalam volume besar dengan margin keuntungan sehat.
Ford sadar cara lama tidak akan cukup. Alih-alih sekadar menyegarkan lini produksi, perusahaan memilih menghapus sistem perakitan yang dipakai sejak era pendiri perusahaan dan menggantinya dengan pendekatan baru hasil pengembangan tim khusus (skunkworks) yang dipimpin Alan Clarke, mantan eksekutif Tesla.
Sistem Perakitan Anyar: Satu Cetakan Aluminium untuk Sasis
Universal production system mengandalkan tiga cabang jalur perakitan yang bertemu di titik akhir. Cabang pertama dan kedua merakit bagian depan serta belakang kendaraan secara terpisah menggunakan unicasting aluminium satu bagian. Teknik ini memangkas jumlah komponen secara drastis, pendekatan yang sama yang dipopulerkan Tesla pada model-model terbarunya.
Cabang ketiga menyusun struktur baterai bersama jok, konsol tengah, dan karpet. Ketiga bagian ini baru disatukan di penghujung jalur produksi untuk membentuk utuh kendaraan.
Ford mengklaim metode ini mempercepat waktu perakitan Fathom 15 persen lebih cepat dibandingkan model lama yang pernah dibuat di pabrik Louisville.
Kesiapan Pabrik dan Tenaga Kerja
Perusahaan menyatakan renovasi berjalan sesuai jadwal. Ford bahkan sudah mulai menguji peralatan produksi level komersial sebelum prototipe pertama dibuat pada kuartal pertama 2027. Kendaraan konsumen menyusul di periode berikutnya pada tahun yang sama.
Untuk menunjang proses quality check berbasis perangkat lunak, Ford memperluas kepadatan jaringan Wi-Fi pabrik hampir tiga kali lipat menjadi 1.080 titik akses. Konektivitas berbandwidth tinggi dan latensi rendah ini menjadi syarat mutlak bagi sistem inspeksi digital yang baru.
Sebagian karyawan telah menjalani pelatihan berbulan-bulan di New Models Program Development Center, Allen Park, Michigan, untuk membiasakan diri dengan sistem produksi baru sebelum pabrik beroperasi penuh.
Target Pasar dan Taruhannya
Fathom ditempatkan sebagai kendaraan listrik terjangkau di segmen pikap, kategori yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan Ford di pasar Amerika Utara. Keberhasilan model ini akan menentukan apakah Ford mampu mengejar ketertinggalan di segmen EV volume tinggi.
Bagi konsumen Indonesia, kehadiran Fathom masih jauh dari pasar domestik. Namun arah strategi Ford ini menjadi sinyal bahwa persaingan pikap listrik global akan semakin ketat, terutama dari sisi harga dan efisiensi produksi.