TANGERANG SELATAN — Prestasi ini diraih Pemkot Tangsel setelah melalui proses evaluasi ketat oleh tim Kemendagri. Penilaian mencakup efektivitas program pengentasan kemiskinan dan keberhasilan menekan angka stunting di wilayah tersebut. Warga di 7 kecamatan dan 54 kelurahan di Tangsel kini merasakan dampak dari program-program yang dijalankan.
Apa Saja Program yang Mendongkrak Prestasi Pemkot Tangsel?
Pemkot Tangsel menjalankan sejumlah program terpadu untuk menekan angka kemiskinan. Salah satunya adalah bantuan langsung tunai (BLT) yang disalurkan secara tepat sasaran melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Di bidang kesehatan, program pencegahan stunting difokuskan pada pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil. Posyandu di setiap kelurahan diperkuat dengan tenaga kesehatan dan alat ukur antropometri yang memadai.
Berapa Jumlah Warga yang Terbantu?
Data dari Dinas Sosial Kota Tangsel mencatat ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) menerima bansos reguler setiap bulannya. Angka kemiskinan ekstrem di Tangsel dilaporkan terus menurun dalam dua tahun terakhir.
Sementara itu, angka prevalensi stunting di Tangsel berhasil ditekan hingga di bawah target nasional. Capaian ini menjadi salah satu faktor utama Tangsel masuk tiga besar regional Jawa-Bali.
Mengapa Penghargaan Ini Penting bagi Warga Tangsel?
Penghargaan dari Kemendagri ini bukan sekadar sertifikat. Bagi warga, ini berarti program bantuan sosial dan layanan kesehatan akan terus berlanjut dan bahkan ditingkatkan.
Pemkot Tangsel berkomitmen mempertahankan capaian ini dengan memperkuat kolaborasi antara dinas terkait, kelurahan, dan kader posyandu. Evaluasi berkala dilakukan setiap triwulan untuk memastikan tidak ada warga miskin yang terlewat dari data penerima bantuan.
Kapan Warga Bisa Merasakan Manfaat Lebih?
Pemkot Tangsel menargetkan penurunan angka kemiskinan dan stunting yang lebih signifikan pada tahun depan. Anggaran untuk program perlindungan sosial dan kesehatan masyarakat akan ditambah dalam APBD perubahan.
Warga yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan dapat melapor ke kelurahan setempat untuk dilakukan verifikasi data. Proses ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangsel memastikan tidak ada warga yang tertinggal.
Apa Langkah Selanjutnya dari Pemkot Tangsel?
Pemkot Tangsel berencana memperluas jangkauan program bantuan ke wilayah pinggiran yang selama ini kurang tersentuh. Selain itu, kerja sama dengan pihak swasta dan lembaga filantropi akan diperkuat untuk menambah sumber pendanaan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel menyebutkan bahwa fokus utama ke depan adalah pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kunjungan ibu hamil ke fasilitas kesehatan dan pemberian vitamin secara rutin.
Apakah Penghargaan Ini Berdampak pada Anggaran Daerah?
Penghargaan dari Kemendagri ini bisa menjadi modal bagi Pemkot Tangsel untuk mendapatkan tambahan dana insentif daerah (DID). DID biasanya diberikan kepada daerah yang berhasil mencapai target kinerja tertentu, termasuk penanggulangan kemiskinan dan stunting.
Dana tersebut nantinya bisa digunakan untuk membiayai program-program prioritas lain yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Pemkot Tangsel optimistis capaian ini akan semakin memperkuat posisi daerah dalam persaingan pembangunan regional.