Sakana AI, startup yang didirikan oleh peneliti di balik makalah transformer legendaris Google, resmi melepas produk berbayar perdananya. Marlin, yang dijuluki sebagai "Virtual CSO" (Chief Strategy Officer), bukanlah chatbot biasa. Produk ini sengaja meninggalkan kecepatan generasi teks instan demi penalaran jangka panjang yang otonom dan sistematis.
Alih-alih bolak-balik melakukan prompt engineering, pengguna cukup memberikan topik riset inti. Setelah sesi singkat untuk mempertajam ruang lingkup, Marlin bekerja sendiri. Ia merumuskan hipotesis awal, menjelajahi web, memverifikasi temuan, hingga memetakan dinamika kausal dalam lingkungan bisnis yang kompleks. Hasilnya adalah laporan setebal 100 halaman yang siap pakai pada akhir hari kerja.
Bukan Sekadar Chatbot: Inilah Cara Kerja "Konsultan Strategi Digital"
Marlin menggunakan mesin penalaran bernama Adaptive Branching Monte Carlo Tree Search (AB-MCTS), sebuah terobosan dari laboratorium Sakana. Teknologi ini memungkinkan agen untuk mengeksplorasi ribuan kemungkinan jalur riset secara simultan—mirip cara mesin catur memikirkan jutaan langkah ke depan sebelum bergerak.
Sistem ini tidak hanya mengulang jawaban yang sama berkali-kali. AB-MCTS secara dinamis menyeimbangkan dua perilaku: "melebar" untuk mencari hipotesis alternatif ketika jalur saat ini menemui jalan buntu, dan "mendalam" untuk menyempurnakan solusi yang paling menjanjikan. Sakana bahkan memperluas konsep ini ke Multi-LLM AB-MCTS, memungkinkan Marlin memanggil model AI yang berbeda—dari GPT-5 hingga Claude Sonnet 4—untuk tugas spesifik seperti verifikasi fakta atau koreksi kesalahan.
Dari Selat Hormuz hingga Regulasi AI Global: Uji Nyata Marlin
Sakana memamerkan beberapa studi kasus nyata untuk membuktikan kemampuan sintesis kompleks Marlin. Agen ini mampu menghasilkan skenario resolusi rinci untuk blokade teoretis Selat Hormuz, memetakan kekacauan regulasi AI global, dan menganalisis tren makroekonomi seperti kembalinya "bond vigilantes".
Laporan yang dihasilkan bukanlah teks generik. Marlin menyusun opsi strategis terstruktur lengkap dengan slide ringkasan eksekutif, lampiran, dan referensi. Perusahaan menyebutnya sebagai "formula kemenangan" yang ditemukan di tengah lautan kebisingan data.
Harga dan Ketersediaan: Khusus Perusahaan, Bukan Konsumen Biasa
Sakana Marlin dirancang ketat untuk penggunaan enterprise—korporasi, lembaga keuangan, dan think tank. Model lisensinya berlapis, dimulai dari sistem bayar sesuai pemakaian di mana satu kali proses riset memakan 100 kredit. Kredit tambahan dijual ¥98 (sekitar Rp 10.000) per kredit.
- Paket Pro: ¥150.000 (sekitar Rp 15,6 juta) per bulan, mencakup 2.000 kredit.
- Paket Tim: ¥400.000 (sekitar Rp 41,6 juta) per bulan, mencakup 6.000 kredit.
- Enterprise: Harga kustom dengan dukungan khusus.
Yang membedakan Marlin dari alat AI konsumen adalah kebijakan datanya. Sakana AI dan penyedia layanan eksternalnya tidak akan menggunakan data atau input pelanggan untuk pelatihan model tanpa izin eksplisit. Data yang diproses juga dihilangkan informasi identitas pribadinya—kritikal untuk perusahaan yang menangani riset M&A sensitif atau analisis pasar proprietary.
Mengapa Sakana AI Layak Diperhatikan
Didirikan di Tokyo pada 2023 oleh Llion Jones—rekan penulis makalah "Attention Is All You Need" yang mencetuskan istilah transformer—dan David Ha, mantan peneliti Google Brain, Sakana AI sengaja membangun laboratorium di luar Lembah Silikon. Jones secara blak-blakan menyatakan dirinya "muak" dengan obsesi industri pada model tunggal raksasa yang dianggapnya mematikan kreativitas riset.
Nama "Sakana" yang berarti ikan dalam bahasa Jepang mencerminkan filosofi perusahaan: kecerdasan kolektif ala kawanan ikan atau koloni semut. Daripada membangun satu model raksasa, Sakana fokus pada jaringan model kecil yang bekerja sama. Pendekatan ini terbukti menghasilkan terobosan—ALE-Agent buatan Sakana menempati posisi pertama dalam kontes pemrograman AtCoder Heuristic Contest awal 2026, mengalahkan lebih dari 800 programmer manusia.
Pendekatan biomimetik ini menarik minat investor berat. Pada akhir 2025, Sakana AI mengamankan pendanaan Seri B yang mendorong valuasi perusahaan melampaui $2,6 miliar. Deretan investornya mencakup Khosla Ventures, Lux Capital, Nvidia, Google, hingga Mitsubishi UFJ Financial Group dan Citi.