TANGERANG — Mustofa Kamaludin, legislator yang belum genap dua tahun duduk di DPRD Kota Tangerang, mengambil langkah berani dengan mendaftarkan diri dalam proses seleksi calon Ketua DPRD. Ia mengaku siap memikul tanggung jawab jika nantinya dipercaya menggantikan almarhum H. Rusdi Alam.
Keputusan ini diambilnya bukan tanpa perhitungan. Kader muda Golkar itu menyebut semua anggota Fraksi Golkar saat ini memiliki kapasitas yang setara, dan dirinya hanya memanfaatkan hak yang sama untuk berkontribusi memajukan kota.
Modal Organisasi dan Pengalaman di Banggar
"Prinsip hidup saya dari dulu adalah berani memimpin dan siap untuk dipimpin. Semua kader yang ada di Fraksi Golkar saat ini adalah kader-kader terbaik yang punya motivasi sama untuk memajukan Kota Tangerang. Kalau persoalan siap, tidak mungkin saya mencalonkan diri jika tidak siap menerima amanah dan konsekuensinya," ujar Mustofa.
Meski terbilang baru di legislatif, Mustofa menilai pengalamannya berorganisasi sejak di tingkat kepemudaan menjadi bekal penting untuk membangun komunikasi. Keterlibatannya di Badan Anggaran (Banggar) juga disebutnya memberi pemahaman soal fungsi kelembagaan dewan.
Sinergi Lintas Partai Jadi Kunci
Menurut Mustofa, hubungan emosional yang baik dengan rekan-rekan di DPRD, termasuk lintas partai, adalah modal utama dalam menghadapi dinamika internal maupun eksternal. Ia menekankan pentingnya sinergi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), insan pers, hingga masyarakat.
"Amanah yang diberikan itu harus dijalani dengan bersyukur dan dinikmati tanpa perlu bertindak aneh-aneh. Kami di DPRD sering berkomunikasi dan beradaptasi dengan teman-teman lintas partai. Jika hubungan emosional kita baik, dinamika internal maupun eksternal pasti bisa dihadapi dengan baik," tuturnya.
Kepatuhan Penuh pada Keputusan Partai
Proses pergantian pimpinan dewan ini, kata Mustofa, harus berjalan sesuai mekanisme Partai Golkar. Ia menegaskan komitmennya untuk patuh pada arahan struktur partai dan menjalankan nasihat dari para kiai, MUI, serta arahan KPK dan BPK saat bimbingan teknis.
"Prinsipnya sami'na wa ato'na, kami mendengar dan kami taat terhadap perintah partai. Nasihat dan wejangan dari para kiai, MUI, serta arahan dari lembaga seperti KPK dan BPK saat bimbingan teknis harus kita jalankan sebagaimana mestinya, jangan sampai keluar dari rel aturan," katanya.
Ia pun menyerahkan sepenuhnya proses seleksi kepada Tim Seleksi DPD Partai Golkar Kota Tangerang. Mustofa berjanji tetap solid mendukung siapa pun kader yang nantinya ditetapkan partai demi keberlangsungan kinerja lembaga legislatif.
"Terkait mekanisme seleksi, saya serahkan sepenuhnya kepada Tim Seleksi DPD Partai Golkar Kota Tangerang. Siapa pun yang nantinya ditetapkan oleh partai, tentu harus kita dukung bersama," pungkas Mustofa.