Pencarian

Festival Berbagi Bahagia di Tangerang Santuni 200 Anak Yatim, Wagub Ingatkan Hak Orang Lain di Bulan Muharam

Senin, 13 Juli 2026 • 15:32:01 WIB
Festival Berbagi Bahagia di Tangerang Santuni 200 Anak Yatim, Wagub Ingatkan Hak Orang Lain di Bulan Muharam
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menyapa anak yatim dalam Festival Berbagi Bahagia di Kelurahan Sukabakti, Curug, Minggu (12/7).

TANGERANG — Kantor Kelurahan Sukabakti di Kecamatan Curug berubah wajah, Minggu (12/7). Ruangan yang biasanya dipenuhi urusan administrasi dan stempel, hari itu dipenuhi tawa dua ratus anak yatim. Mereka menjadi tamu utama dalam Festival Berbagi Bahagia yang digelar Komunitas Jari Memberi.

Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah hadir menyapa para peserta. Ia menyampaikan bahwa sebagian rezeki yang dimiliki manusia adalah titipan Allah SWT yang di dalamnya ada hak orang lain.

"Sebagian rezeki yang kita miliki adalah titipan Allah SWT yang di dalamnya ada hak orang lain," ujarnya di hadapan anak-anak dan relawan.

Santunan Sekejap Versus Investasi Jangka Panjang

Intan tidak hanya bicara soal santunan sesaat. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan program pendidikan yang telah disiapkan Pemkab Tangerang. Beasiswa Tangerang Gemilang dan sekolah swasta gratis untuk jenjang SD dan SMP disebut sebagai bentuk santunan yang umurnya paling panjang.

Menurutnya, bingkisan bisa habis dalam hitungan hari. Uang santunan bisa selesai dibelanjakan. Namun kesempatan belajar dapat mengubah jalan hidup seseorang selama puluhan tahun.

Pesan untuk Anak Yatim: Jangan Rendah Diri

Intan juga menyampaikan pesan khusus kepada anak-anak yatim yang hadir. Ia meminta mereka untuk tidak menyerah dan terus belajar meraih cita-cita setinggi mungkin.

"Jangan pernah menyerah, jangan rendah diri. Terus belajar dan raih cita-cita setinggi mungkin," pesannya.

Pesan itu sederhana. Namun di baliknya, sejarah berkali-kali menunjukkan bahwa keterbatasan bukan musuh utama seseorang. Yang lebih berbahaya adalah ketika harapan ikut hilang bersama keadaan.

Mengapa Komunitas Jari Memberi Memilih Pekerjaan yang Sunyi?

Di tengah banyak komunitas yang berlomba mengejar sorotan media atau ramai di media sosial, Komunitas Jari Memberi memilih pekerjaan yang lebih sunyi. Mereka memastikan anak-anak yatim tetap merasakan bahwa ada banyak orang yang peduli terhadap masa depan mereka.

Festival ini akhirnya menyisakan satu pelajaran kecil. Berbagi ternyata tidak selalu membuat penerimanya lebih bahagia. Sering kali justru pemberinya lah yang pulang dengan hati lebih ringan. Sebab kebahagiaan, rupanya, memang memiliki sifat unik: semakin dibagikan, semakin sulit ia habis. (*

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jejakkata.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks