BNPB Optimalkan Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang, Satgas Darat Diperpanjang hingga Pukul 22.00 WIB

Penulis: Chandra Kusuma  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 16:26:01 WIB
Tim pemadam menggunakan metode injeksi air bawah permukaan untuk memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin.

TANGERANG — BNPB mengerahkan metode injeksi bawah permukaan untuk menjangkau titik api yang membara di dalam tumpukan sampah TPA Jatiwaringin. Tim pemadam dari Damkar dan Manggala Agni menggunakan mesin khusus untuk memasukkan air langsung ke dalam material, dikombinasikan dengan penyemprotan di atas permukaan dan water bombing dari udara.

Mengapa Api Sulit Dipadamkan Sepenuhnya?

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Djohan Darmawan menjelaskan, penanganan kebakaran di TPA ini membutuhkan pendekatan khusus. “Mulai hari ini, operasi pemadaman akan dioptimalkan hingga pukul 22.00 WIB untuk satgas darat. Tim Damkar dan Manggala Agni akan melakukan sistem injeksi dengan mesin untuk memasukkan air ke dalam tumpukan sampah,” kata Djohan di Jakarta, Selasa.

Karakteristik material sampah yang menyerupai gambut menyebabkan api bertahan lama di lapisan dalam. Tanpa injeksi, penyemprotan dari atas hanya memadamkan permukaan sementara bara di bawah terus menyala.

Pasokan Air Terbantu Embung di Dekat Lokasi

Kelancaran operasi darat dan udara sangat terbantu oleh keberadaan danau atau embung penampungan yang terletak tak jauh dari lokasi kebakaran. Sumber air ini memudahkan helikopter water bombing mengisi bucket berukuran besar serta mempercepat distribusi air ke selang-selang pemadam di lapangan.

Untuk memudahkan koordinasi, area pemadaman di dalam TPA Jatiwaringin dibagi menjadi tiga sektor operasional utama: utara, tengah, dan selatan. Pembagian ini memastikan tidak ada titik api yang terlewatkan.

Kekuatan Personel dan Alat Berat Dikerahkan

Tim gabungan di lapangan diperkuat oleh BPBD se-Tangerang Raya, BNPB, TNI, Polri, Satgas Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta relawan kebencanaan. Dukungan alat berat meliputi 19 unit mobil pemadam kebakaran, empat unit mobil tangki air, delapan unit ekskavator, dan delapan unit buldozer untuk mengurai material penimbun bara sampah.

Pesan untuk Daerah Lain Menghadapi Musim Kemarau 2026

Peristiwa kebakaran di TPA Jatiwaringin disebut sebagai pembelajaran bagi pemerintah daerah lain. Djohan mengingatkan agar kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026 ditingkatkan, terutama di tempat pengelolaan sampah akhir yang rawan terbakar. Operasi pemadaman di TPA Jatiwaringin akan terus dioptimalkan hingga api benar-benar padam secara menyeluruh.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top