Konferensi Daerah Ke-XVII PII Lebak Resmi Digelar, 50 Peserta Bahas Strategi Dakwah dan Regenerasi Kepemimpinan

Penulis: Chandra Kusuma  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 22:53:01 WIB
Peserta mengikuti pembukaan Konferensi Daerah Ke-XVII Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Lebak di Gedung DPRD Kabupaten Lebak, Jumat (31/7/2026).

LEBAK — Estafet kepemimpinan Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Lebak resmi memasuki babak baru. Konferensi Daerah (KONDA) Ke-XVII yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Lebak pada Jumat (31/7/2026) dibuka secara resmi, menandai berakhirnya masa bakti pengurus periode 2024–2026 sekaligus menjadi ajang penentu arah organisasi untuk dua tahun ke depan.

Forum yang berlangsung khidmat ini dihadiri lebih dari 50 peserta, terdiri dari perwakilan Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Lebak, elemen pelajar, serta jajaran kader dan alumni PII Lebak.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PD PII Kabupaten Lebak Periode 2024–2026, Ari Purwanto, menyebut KONDA sebagai kawah candradimuka bagi kader untuk merumuskan langkah strategis di tengah derasnya arus digitalisasi dan disrupsi budaya.

“Forum ini bukan sekadar rutinitas organisasi atau seremoni pergantian estafet kepemimpinan semata. Konferda adalah momentum sakral untuk merumuskan kembali arah juang PII di bumi Lebak,” ujar Ari Purwanto, Jumat (31/7/2026).

Idealisme Kader Diuji di Tengah Disrupsi Zaman

Ari mengingatkan seluruh kader untuk tidak kehilangan daya kritis. Ia mengutip pemikiran tokoh pergerakan Tan Malaka tentang idealisme yang menjadi modal utama pemuda dalam membawa perubahan.

“Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda. Kemewahan itulah yang hari ini kita bawa ke forum ini! Jangan biarkan idealisme kader PII tergerus oleh zaman,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemuda dan pelajar Islam tidak boleh kehilangan keberanian untuk bersuara di tengah pergeseran nilai yang semakin kompleks.

Kader Didorong Jadi Intelektual Pencerah

Tidak hanya soal idealisme, Ari juga mendorong kader PII Lebak menjadi Rausyanfikr—intelektual pencerah sebagaimana disuarakan oleh Ali Shariati. Menurutnya, kader tidak cukup unggul secara akademis di dalam kelas, tetapi harus peka terhadap realitas sosial masyarakat.

“PII butuh strategi dakwah dan ide-ide segar yang relevan dengan karakter Generasi Z dan Generasi Alpha tanpa melepaskan identitas keislaman dan keindonesiaan,” jelasnya.

Apa yang Dibahas dalam Persidangan KONDA?

Setelah pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan persidangan pleno. Beberapa agenda utama yang menjadi fokus pembahasan antara lain:

  • Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode 2024–2026
  • Penyusunan Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO)
  • Pemilihan Ketua Umum PD PII Kabupaten Lebak untuk periode 2026–2028

Menutup sambutannya, Ari menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus periode 2024–2026 dan menitipkan pesan untuk para penerus. “Gunakan forum ini dengan sebersih-bersihnya niat. Berdialektikalah dengan sehat, beradu gagasanlah dengan cerdas, dan tempatkan kepentingan ummat serta organisasi di atas segalanya,” pesannya.

“Siapa pun nanti yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Periode 2026–2028, ketahuilah bahwa perjuangan ini tidak akan pernah mudah, namun selalu berharga untuk diperjuangkan dan bernilai di hadapan Allah SWT,” pungkasnya seraya memohon maaf atas segala kekurangan selama dua tahun masa kepemimpinannya.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: jurnalklik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top