BANTEN — Dune adalah macro pad kecil dari perusahaan bernama Aina, produk yang mencoba menjawab kebutuhan pengguna MacBook yang sering berpindah tempat. Alih-alih membawa Stream Deck besar, Dune menawarkan tiga tombol metal berwarna yang terhubung langsung ke port USB-C di sisi kiri laptop. Produk ini ditujukan untuk profesional yang bekerja dari berbagai lokasi dan ingin mempercepat akses ke perintah tertentu tanpa harus mengingat shortcut keyboard.
Bodi Dune terasa kokoh dengan tiga tombol metal yang responsif. Alasnya dilapisi karet sehingga aman diletakkan di meja tanpa khawatir baret. Saat dicolokkan ke MacBook Air M3 Midnight, posisinya pas tanpa goyang — kekhawatiran soal cat MacBook yang mudah terkelupas tidak terbukti di sini.
Namun ada satu hal yang mengganggu dari segi visual. Di atas tombol terdapat jendela kecil yang memperlihatkan LED di dalamnya. Sayangnya, dari jendela itu kamu bisa melihat sebagian sirkuit internal, dan ini terasa janggal dibandingkan desain keseluruhan yang bersih dan presisi. Kesan "kurang rapi" ini seperti detail yang luput dari perhatian tim desain.
Keunggulan utama Dune terletak pada kemampuannya mendeteksi aplikasi yang sedang aktif dan mengubah fungsi tombol secara otomatis. Saat proses setup, kamu bisa memilih aplikasi utama yang sering dipakai — misalnya Microsoft Teams. Dune langsung menawarkan shortcut yang relevan seperti mute mic, matikan kamera, atau membawa jendela meeting ke depan. Semua opsi ini tampil di pojok kiri bawah layar, jadi kamu tidak perlu menghafal fungsi tombol.
Untuk pengguna Claude AI, Dune punya daya tarik tersendiri. Satu tombol bisa diprogram untuk membuka chat baru, sementara dua tombol lainnya berfungsi untuk menyetujui atau menolak respons AI. Mungkin terlihat sepele, tapi menghemat beberapa detik setiap kali interaksi. Dalam seminggu, waktu yang terkumpul cukup signifikan.
Saat ini Dune sudah punya marketplace aplikasi internal meskipun isinya masih terbatas. Beberapa opsi yang sudah tersedia cukup berguna, seperti membuka clipboard Mac atau langsung mengirim screenshot ke Claude. Yang lebih menarik, kamu bisa membangun workflow sendiri menggunakan Claude — baik itu skrip, aksi kontekstual per aplikasi, atau fungsi lain yang lebih kompleks.
Bagi pengguna yang sudah nyaman dengan ekosistem AI, Dune terasa seperti jembatan antara dunia fisik dan agen AI. Ini bukan sekadar tombol pintas biasa, melainkan cara baru untuk memicu aksi AI tanpa harus berpindah jendela atau mengetik perintah panjang.
Dune bukan produk yang akan menggantikan Stream Deck di meja kerja, tapi ia mengisi celah yang selama ini kosong: kebutuhan akan tombol fisik yang mudah dibawa ke mana-mana. Untuk pengguna yang sering rapat online, aktif memakai Claude, atau sekadar ingin akses cepat ke shortcut tanpa mengingat kombinasi keyboard, Dune menawarkan solusi yang sederhana dan efektif.
Dengan harga sekitar Rp 1,7 jutaan, Dune bukan barang murah. Tapi jika pekerjaanmu melibatkan banyak aplikasi yang sama setiap hari, penghematan waktu yang dihasilkan bisa terasa dalam beberapa minggu. Produk ini paling cocok untuk mereka yang bekerja nomaden dengan MacBook — cukup bawa Dune di tas, colokkan saat dibutuhkan, dan nikmati kemudahan akses ke perintah yang paling sering dipakai.