TANGSEL — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan mulai menyalurkan bantuan sarana penunjang pembelajaran untuk lembaga PAUD. Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni 2026, bantuan tahap pertama telah dialokasikan untuk 72 lembaga, menyusul 43 lembaga lainnya yang akan menyusul melalui anggaran perubahan.
Bantuan yang disalurkan meliputi meja dan kursi anak, loker penyimpanan tas, papan tulis, hingga alat peraga edukatif. Program ini menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Selatan 2025–2029.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Rizkia Fitria, menyebut proses seleksi penerima bantuan dilakukan ketat. Lembaga yang mendapat bantuan ditetapkan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pengawas PAUD formal serta penilik pendidikan nonformal.
“Pengawas dan penilik memastikan setiap lembaga yang menerima bantuan benar-benar memenuhi kriteria dan membutuhkan dukungan sarana pembelajaran,” ujar Rizkia, Rabu (5/8/2026).
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini. Menurutnya, penyediaan fasilitas yang memadai menjadi kunci agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan layak.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Karena itu, kita harus memastikan anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang baik sejak usia dini agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan,” kata Benyamin.
Dengan dukungan fasilitas belajar yang semakin memadai, pemkot optimistis angka partisipasi sekolah pada jenjang PAUD terus meningkat. Saat ini APS PAUD di Kota Tangsel tercatat sekitar 90 persen dan ditargetkan semakin optimal dalam mendukung program wajib belajar 13 tahun.