Pemkab Serang Anggarkan Rp 1,1 Miliar untuk Sekolahkan 20 Kaligrafer ke Sukabumi, Target Juara MTQ Banten 2027

Penulis: Chandra Kusuma  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 13:42:01 WIB
Bupati Serang melepas 20 kaligrafer untuk mengikuti pendidikan intensif di Sukabumi selama satu tahun.

SERANG — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah memutuskan untuk mengirim 20 kaligrafer terpilih menjalani pendidikan intensif di Sukabumi, Jawa Barat. Program yang berlangsung sekitar satu tahun ini diharapkan menjadi jawaban atas evaluasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Serang yang menyebut kaligrafi sebagai cabang terlemah pada ajang MTQ tingkat provinsi.

“Berdasarkan hasil evaluasi dari LPTQ Kabupaten Serang, kelemahan kita waktu MTQ tingkat Provinsi Banten adalah di bidang kaligrafi. Oleh karena itu, kami sudah memetakan beberapa peserta,” kata Ratu Zakiyah dalam keterangan yang diterima di Serang, Banten.

20 Peserta dari 10 Kecamatan Dikirim ke Sukabumi

Peserta yang terpilih bukan pelajar sekolah, melainkan kaligrafer dewasa dengan rata-rata usia di atas 20 tahun. Mereka berasal dari sekitar 10 kecamatan di Kabupaten Serang dan akan dibina sesuai potensi masing-masing di Pondok Pesantren Lemka, Sukabumi.

Pemilihan Lemka bukan tanpa alasan. Lembaga ini dinilai memiliki pengalaman panjang dalam pendidikan kaligrafi dan menjadi rujukan peserta dari berbagai daerah, termasuk mancanegara.

Anggaran Rp 1,1 Miliar untuk Biaya Pendidikan Selama Setahun

Seluruh biaya pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan peserta selama di Sukabumi ditanggung penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Serang. Nilainya mencapai sekitar Rp 1,1 miliar untuk 20 orang selama satu tahun.

“Dengan anggarannya APBD,” tegas Ratu Zakiyah.

Fokus pada Kaligrafi Mushaf dan Digital

Materi pelatihan tidak hanya soal teknik menulis huruf Arab secara umum. Para peserta akan diarahkan sesuai bakat masing-masing, termasuk spesialisasi di bidang kaligrafi mushaf dan kaligrafi digital.

Untuk memastikan proses pendidikan berjalan sesuai target, LPTQ Kabupaten Serang akan melakukan pemantauan secara berkala. Bahkan, Ratu Zakiyah mengungkapkan monitoring akan dilakukan setiap bulan dengan mendatangi langsung para peserta di Sukabumi.

“Kita jenguk sebulan sekali ke sana. Sampai mana progresnya, bakatnya di mana, di mushaf, digital, karena bidangnya macam-macam,” ujarnya.

Pembinaan Cabang Lain Tetap Berjalan

Meski kaligrafi menjadi prioritas utama, pembinaan terhadap cabang MTQ lainnya tetap dilakukan. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan prestasi secara keseluruhan.

“Walaupun cabang-cabang lain sudah maksimal, tetap kita bina. Karena kemarin evaluasinya adalah rendahnya cabang kaligrafi untuk Kabupaten Serang. Ini yang patut kita intensifkan secara berkesinambungan,” jelas Ratu Zakiyah.

Target Juara MTQ Banten 2027 dan Manfaat Jangka Panjang

Program ini tidak hanya berorientasi pada perolehan juara dalam MTQ. Para peserta diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke Kabupaten Serang, termasuk untuk membantu masyarakat dalam bidang kaligrafi.

“Harapannya setelah mendapatkan pendidikan kurang lebih satu tahun, mereka mendapatkan ilmu-ilmu yang lain, terutama bagaimana menjadi kaligrafer yang terbaik sehingga kualitasnya baik. Ujungnya tentu kita ingin menghasilkan juara yang kita harapkan di tingkat Provinsi Banten, MTQ tahun 2027,” ungkap Ratu Zakiyah.

Bupati Serang juga meminta dukungan masyarakat agar para peserta dapat menjalani pendidikan dengan maksimal. “Mohon doa dan dukungan dari semua warga masyarakat. Semoga putra-putri terbaik kita bisa mengikuti pendidikan dan pelatihan dengan baik dan disiplin sehingga mereka bisa maksimal menyerap ilmu, terutama dalam bidang kaligrafi Alquran,” pungkasnya.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: ekbisbanten.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top