TANGERANG — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, memastikan status tanggap darurat telah berlaku sejak Rabu siang. Langkah ini diambil untuk mempercepat koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk mengerahkan bantuan pemadaman dari udara.
Dua Helikopter Dikerahkan untuk Padamkan Api dari Udara
Dengan status tanggap darurat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan turun tangan langsung. Taufik menyebut dua helikopter disiapkan untuk melakukan operasi pemadaman dari udara.
"Dengan status ini BNPB akan turut terlibat dalam proses pemadaman melalui operasi udara. Ada dua helikopter yang akan dikerahkan," kata Taufik kepada wartawan di lokasi, Rabu (1/7).
Asap Pekat Ganggu Jarak Pandang Pengguna Jalan
Pantauan di lokasi pada siang hari, api masih terlihat di beberapa titik tumpukan sampah. Asap putih pekat membumbung tinggi dan mengganggu jarak pandang pengguna jalan di sekitar kawasan TPA Jatiwaringin.
Kebakaran di TPA yang terletak di Kecamatan Mauk ini terjadi sejak Selasa (30/6) dan hingga Rabu petang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Puluhan petugas pemadam kebakaran dari Pemkab Tangerang masih berjibaku di lapangan.
Status Tanggap Darurat untuk Percepat Koordinasi dan Bantuan
Menurut Taufik, tanpa status tanggap darurat, proses birokrasi untuk meminta bantuan peralatan dan personel dari pusat biasanya memakan waktu lebih lama. "Sudah, sudah kita tetapkan menjadi tanggap darurat. Puluhan petugas pemadam kebakaran masih berusaha melakukan pemadaman," ujarnya.
Penetapan status ini juga menjadi dasar bagi Pemkab Tangerang untuk mengerahkan sumber daya tambahan, termasuk logistik bagi petugas di lapangan dan evakuasi warga jika asap semakin pekat.
Bagaimana Dampak Kebakaran terhadap Warga Sekitar?
Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kabupaten Tangerang masih melakukan asesmen dampak kebakaran terhadap permukiman warga di sekitar TPA. Asap pekat yang terus mengepul dikhawatirkan mengganggu kesehatan pernapasan warga, terutama anak-anak dan lansia.
Pemkab Tangerang mengimbau warga yang tinggal di radius terdampak untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika kualitas udara memburuk, pihaknya akan menyiapkan posko kesehatan darurat di lokasi pengungsian.