PANDEGLANG — Warga Kampung Buluh, Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, akhirnya bisa bernapas lega. Gubernur Banten Andra Soni menjanjikan perbaikan jalan desa yang telah rusak selama puluhan tahun itu dimulai pada Oktober 2026 melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
Janji tersebut disampaikan menyusul keluhan warga yang selama ini kesulitan beraktivitas, terutama saat musim hujan. Andra menegaskan, meskipun ruas tersebut berstatus jalan kabupaten atau jalan desa, pemerintah provinsi tetap turun tangan karena akses ini vital bagi masyarakat.
Jalan Rusak 40 Tahun, Warga Sering Jatuh Saat ke Sekolah
Tokoh pemuda setempat, Mansur, mengungkapkan kondisi jalan yang buruk sudah dirasakan sejak ia kecil. Pria berusia 40 tahun itu bahkan mengaku sering terjatuh saat berjalan kaki ke sekolah karena medan yang ekstrem.
"Saya sudah berusia, genap pada tahun ini 40 tahun, dan 40 tahun seperti ini saja jalannya. Bahkan masa-masa kami sekolah pun jalan kaki sampai sering jatuh," ujar Mansur.
Kepala Desa Cijaralang Sa'i menambahkan, warganya telah lama menantikan perbaikan. Salah satu ruas yang diusulkan untuk dikerjakan lebih dulu adalah jalur Cikadu-Cengkok sepanjang sekitar 3.600 meter. "Harapan kami semoga pada hari ini membawa mimpi kami menjadi kenyataan," katanya.
Anggaran Masuk APBD 2026, Target Awal 700 Meter Hingga 1 Kilometer
Andra Soni menjelaskan, pembangunan jalan Kampung Buluh akan masuk dalam perubahan APBD 2026. Pengerjaan awal ditargetkan mencakup panjang 700 meter hingga 1 kilometer, dan akan dilanjutkan kembali pada awal 2027.
"Saya tahu bahwa ini jalannya memang jalan kabupaten atau jalan desa, tapi saya tidak mau lihat itu, tapi saya lihat bahwa masyarakatnya membutuhkan," kata Andra.
Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten segera berkoordinasi dengan pemerintah desa serta tokoh masyarakat. Prioritas pengerjaan akan difokuskan pada titik tanjakan yang kerap menyulitkan kendaraan, terutama saat hujan turun.
Jembatan Tua dan Drainase Juga Jadi Perhatian
Selain badan jalan, Andra meminta tiga jembatan yang telah berusia puluhan tahun di kawasan tersebut diperiksa kondisinya. Jika tidak lagi layak, jembatan akan ikut diperbaiki atau dibangun ulang.
Drainase juga menjadi sorotan. Jalan yang direncanakan memiliki lebar minimal empat meter itu tidak boleh mengganggu saluran air di depan rumah warga. "Beton itu perlu waktu untuk kering 28 hari, nggak boleh diinjak, supaya tahan berpuluh-puluh tahun," ujarnya mengingatkan warga agar tidak melintasi jalan selama masa pengerasan.
Mengapa Jalan Desa Jadi Prioritas Pemprov Banten?
Pembangunan infrastruktur desa merupakan bagian dari upaya mengurangi kesenjangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Andra menegaskan, sebagai perwakilan Presiden di daerah, ia harus menerjemahkan arahan tersebut dengan membangun jalan desa agar menumbuhkan ekonomi setempat.
"Sebagai perwakilan Pak Presiden di daerah, saya harus menerjemahkan itu dengan membangun jalan desa, agar menumbuhkan ekonomi setempat," tegasnya.
Sepanjang 2025, Pemprov Banten mengklaim telah membangun sekitar 71 kilometer jalan desa dengan konstruksi beton. Pada periode yang sama, pemerintah juga membangun sekitar 407 kilometer jalan lingkungan. Namun, pembangunan tetap dilakukan bertahap karena luas wilayah dan jumlah penduduk Banten yang hampir mencapai 13 juta jiwa.
"Jumlah penduduknya juga banyak, hampir 13 juta. Jadi memang harus bersabar, harus pelan-pelan. Perlahan kita kerjakan," pungkasnya.