BANTEN — Spanyol belum sekalipun kebobolan dalam enam pertandingan terakhir di Piala Dunia. Catatan enam clean sheet beruntun itu menjadi rekor baru bagi La Roja di ajang empat tahunan. Namun, Belgia datang dengan rata-rata lebih dari 2,5 gol per laga sepanjang turnamen.
Rekor 10 Jam Tanpa Gol Lawan, Belgia Jadi Ancaman Nyata
Pertahanan Spanyol yang disiplin menjadi fondasi utama perjalanan mereka ke perempat final. Portugal menjadi korban terakhir di babak 16 besar, ketika gol telat Mikel Merino memastikan kemenangan 1-0. Catatan itu membuat gawang Spanyol sudah lebih dari sepuluh jam tidak kebobolan.
Luis de la Fuente membangun organisasi permainan yang solid. Namun, statistik menunjukkan Belgia memiliki senjata untuk mematahkannya. Charles De Ketelaere mencetak dua gol saat Belgia menghancurkan Amerika Serikat 4-1 di babak sebelumnya.
Bangkit dari Kegagalan 2022, Belgia Tak Terkalahkan dalam 18 Laga
Kegagalan di Piala Dunia 2022 menjadi titik balik bagi Belgia. Kini, mereka tidak terkalahkan dalam 18 pertandingan beruntun. Pelatih Rudi Garcia bahkan berani mencadangkan Kevin De Bruyne, Jeremy Doku, dan Romelu Lukaku saat melawan AS—keputusan yang terbukti jitu.
Lukaku tetap mencetak gol setelah masuk dari bangku cadangan, sementara Hans Vanaken turut menyumbang satu gol. Kedalaman skuad ini menjadi modal berharga bagi Belgia untuk menguji lini belakang Spanyol yang belum pernah ditembus.
Keunggulan Historis Spanyol, Tapi Pertemuan Terakhir Satu Dekade Lalu
Secara historis, Spanyol unggul telak atas Belgia. La Roja memenangi sembilan dari 11 pertemuan terakhir kedua tim. Namun, pertemuan terakhir terjadi hampir satu dekade lalu, membuat data itu kurang relevan untuk memprediksi laga nanti.
Pertandingan ini menjadi benturan dua kekuatan dengan karakter bertolak belakang. Spanyol mengandalkan organisasi yang disiplin, sementara Belgia datang dengan momentum kebangkitan dan ketajaman di lini depan. Siapa pun yang mampu memaksakan gaya bermainnya diprediksi akan melaju ke semifinal.