BANTEN — Serangan kawanan drone (swarm) dalam konflik modern kian sulit dihadapi dengan rudal pencegat konvensional yang harganya bisa puluhan juta rupiah per unit dan hanya bisa menembak satu sasaran dalam sekali pakai. Lockheed Martin menawarkan solusi berbeda: sebuah drone yang bisa digunakan kembali, membawa pemancar gelombang mikro (HPM), dan sanggup melumpuhkan puluhan drone dalam satu misi. Sistem itu diberi nama Morfius X-Rotor.
Mengapa Lockheed Martin Membuat Morfius X-Rotor?
Biaya per tembakan (cost per kill) menjadi alasan utama. Dalam pameran Farnborough Airshow 2026, Lockheed Martin menyebut pendekatan mereka menghindari ketergantungan pada amunisi berpemandu mahal yang langsung hancur setelah digunakan. Morfius X-Rotor dirancang untuk terbang, melumpuhkan sasaran dengan gelombang mikro, lalu mendarat kembali untuk diterbangkan lagi pada misi berikutnya.
Randy Crites, Vice President dan General Manager Lockheed Martin Missiles and Fire Control Advanced Programs, menyatakan, Dengan memanfaatkan arsitektur gelombang mikro berdaya tinggi yang ringan dan dapat digunakan kembali di lapangan, kami memberikan solusi paling efektif dan murah di pasar saat ini.
Berapa Banyak Drone yang Bisa Dilumpuhkan?
Lockheed Martin mengklaim satu unit Morfius X-Rotor mampu menetralisir lebih dari 50 drone musuh dalam satu penerbangan. Kemampuan ini sangat relevan untuk menghadapi serangan swarm skala besar yang kini marak digunakan di medan perang. Sistem ini disebut tidak memerlukan radar atau sensor khusus – cukup terhubung ke jaringan komando dan kendali yang sudah ada.
Bagaimana Proses Pengujiannya?
Morfius X-Rotor telah menyelesaikan uji terbang di Arizona, California, dan Oklahoma, termasuk misi intersepsi. Lockheed Martin belum merinci cabang militer AS mana yang tertarik secara formal, namun pengujian lanjutan dijadwalkan dalam beberapa bulan mendatang untuk mengumpulkan data performa operasional. Perusahaan juga berencana mempercepat produksi prototipe drone dan muatan gelombang mikronya untuk pasukan garis depan.
Kapan Tersedia dan Berapa Harganya?
Hingga saat ini Lockheed Martin belum mengumumkan jadwal produksi massal atau harga per unit. Namun, peluncuran ini berbarengan dengan diperkenalkannya rudal Patriot yang lebih murah, menandakan strategi perusahaan untuk menawarkan solusi terjangkau di tengah pengetatan anggaran pertahanan global. Bagi Indonesia, teknologi anti-drone seperti ini bisa menjadi perhatian mengingat ancaman penggunaan UAV di kawasan, meski belum ada informasi ketersediaan di pasar lokal.
Apakah Morfius X-Rotor benar-benar bisa memenuhi klaim lebih dari 50 drone dalam satu misi saat bertempur nyata? Jawabannya masih harus menunggu hasil uji independen. Sejauh ini, baru Lockheed Martin sendiri yang melakukan demonstrasi.