TANGERANG — Pemkot Tangerang memastikan arus lalu lintas tetap berjalan meski proyek perbaikan jalan tengah dikerjakan di sejumlah titik. Kepala Dishub Kota Tangerang, Achmad Suhaely, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menyiapkan skema pengalihan arus yang terukur.
Skema ini dirancang agar aktivitas warga tidak terganggu signifikan selama pengerjaan berlangsung. Selain memasang rambu, petugas juga akan dibantu sejumlah flagman dari pelaksana proyek untuk mengurai kepadatan di titik-titik rawan.
Jalur Alternatif Disiapkan untuk Pengguna Jalan dari Arah Periuk
Pengguna jalan yang melintas dari arah Periuk, Pasar Kemis, dan sekitarnya menuju pusat Kota Tangerang melalui Jalan Raya M Toha Karawaci diimbau beralih ke Jalan Arya Wangsakara dan Jalan Arya Santikan. Rute tersebut akan mengarahkan kendaraan menuju Jalan Otista.
Kemudian, kendaraan dari arah sebaliknya juga disarankan memakai jalur alternatif serupa. Selain itu, pengendara diminta menghindari Jalan Iskandar Muda di dekat Kantor Neglasari untuk mencegah penumpukan volume kendaraan.
Contraflow Diberlakukan di Jalan Marsekal Suryadarma
Dari keempat ruas jalan yang tengah dikerjakan, hanya Jalan Marsekal Suryadarma yang akan menerapkan sistem contraflow. Kebijakan ini diambil karena keterbatasan ruang jalan yang tidak memungkinkan dilakukan pengalihan arus penuh.
Sementara itu, Jalan M Toha dan Jalan Iskandar Muda tetap dibuka dengan dukungan jalur alternatif. Adapun Jalan Sitanala tidak diberlakukan rekayasa lalu lintas apapun selama masa perbaikan.
Empat Ruas Jalan Masuk Tahap Pengerjaan
Pemkot Tangerang mencatat proyek perbaikan kali ini menyasar Jalan M Toha Karawaci, Jalan Iskandar Muda Neglasari, Jalan Marsekal Suryadarma Neglasari, dan Jalan Sitanala. Pengerjaan dijadwalkan berlangsung dalam dua bulan ke depan.
“Skema rekayasa lalu lintas ini akan berlangsung selama proyek perbaikan masih berlangsung. Oleh karenanya, kami mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk terus memantau perkembangan informasi terbaru melalui akun-akun media sosial resmi yang disediakan Pemkot Tangerang,” ujar Suhaely, Senin, 10 Agustus 2026.
Ia menambahkan, koordinasi dengan pelaksana proyek terus dilakukan untuk memastikan kelancaran di lapangan. Pihaknya juga masih memasifkan sosialisasi kepada masyarakat luas agar skema baru ini dapat dipahami dan diikuti dengan baik.