BANTEN — Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, merinci kerusakan tersebut terdiri dari 5.516 unit rumah rusak berat, 1.916 unit rusak sedang, dan 4.493 unit rusak ringan. Angka ini merupakan data sementara yang dihimpun dari seluruh kabupaten/kota terdampak di Pulau Flores dan sekitarnya.
"Data sementara pengungsi yang sementara ini kami kumpulkan, ada 40.040 jiwa, ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati menerjemahkannya, namun ini karena dampak psikologis yang dirasakan warga," kata Berton dalam konferensi pers, Selasa (18/8/2026).Manggarai Timur dan Manggarai Jadi Wilayah dengan Korban Terbanyak
Di Kabupaten Manggarai Timur, tercatat 966 warga mengungsi di posko BPBD, sementara sekitar 14 ribu lainnya memilih mengungsi mandiri ke rumah kerabat atau dataran lebih tinggi. Total 15.465 jiwa terdampak di kabupaten ini, dengan rincian korban jiwa mencapai 25 orang tewas, 442 orang luka berat, dan 513 orang luka ringan.
Kabupaten Manggarai menempati posisi kedua dengan 6.487 jiwa mengungsi. Wilayah ini mencatatkan 27 orang tewas, 31 luka berat, dan 88 luka ringan. Sementara itu, kerusakan rumah tertinggi justru tersebar di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, dan Ngada.
Basarnas Kompilasi 202 Korban, Fokus Penyisiran di Daerah Terpencil
Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo, melaporkan total korban mencapai 202 orang hingga hari ketiga pascagempa. Rinciannya, 70 orang meninggal dunia dan 132 orang luka-luka, terdiri dari 40 luka berat dan 92 luka ringan.
Operasi pencarian kini memasuki tahap penyisiran karena tidak ada lagi laporan warga hilang. Tim gabungan memprioritaskan pemulihan medis di wilayah sulit dijangkau seperti Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur.
"Sampai dengan hari ketiga kemarin, pukul 23.30 WIB, telah kami kompulir, total korban adalah 202 orang, meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang," ujar Yudhi.Kunjungan Presiden Prabowo Masih Menunggu Kondisi Lapangan
Presiden Prabowo Subianto direncanakan meninjau langsung lokasi bencana, namun jadwalnya belum dipastikan. Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah masih memantau perkembangan kondisi di lapangan sebelum memutuskan waktu kunjungan.
Prasetyo menambahkan, kehadiran kepala negara membutuhkan persiapan sarana yang berbeda dari kunjungan biasa. Para menteri dan Kepala Basarnas diminta memberikan laporan berkala setiap hari, sementara sejumlah pemerintah provinsi seperti Jawa Tengah telah mengirimkan bantuan.
Pasokan BBM dan Listrik Berangsur Pulih
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan BBM dan listrik di NTT terus membaik setelah sempat terhambat. Gardu induk utama telah menyala, meski distribusi ke lokasi-lokasi terdampak masih membutuhkan waktu.
"Perlahan-lahan sudah mulai ada perbaikan, termasuk juga listrik. Awalnya banyak daerah yang kena itu mati lampu, sekarang perlahan-lahan sudah bisa kita selesaikan," kata Bahlil di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Selasa (18/8/2026).Bahlil mengakui pemulihan belum mencapai 100 persen. Dirut Pertamina dan PLN masih berada di lokasi bencana untuk memastikan suplai energi kembali normal bagi warga yang bertahan di pengungsian maupun rumah yang masih berdiri.