Pencarian

IHSG Dibuka Tertekan ke 6.408, Saham Tambang dan Energi Kompak Masuk Zona Merah

Rabu, 19 Agustus 2026 • 12:20:31 WIB
IHSG Dibuka Tertekan ke 6.408, Saham Tambang dan Energi Kompak Masuk Zona Merah
IHSG dibuka tertekan ke 6.408 pada awal sesi perdagangan, dengan mayoritas saham tambang dan energi mencatatkan pelemahan.

BANTEN — Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.00 WIB, IHSG sempat bergerak di rentang 6.403,83 hingga 6.414,89 pada awal sesi. Dari total perdagangan, sebanyak 203 saham tercatat melemah, 187 saham menguat, dan 573 saham lainnya belum mengalami perubahan harga.

Indeks Syariah Terkoreksi Lebih Dalam

Indeks saham berbasis syariah menjadi yang paling tertekan pada awal perdagangan hari ini. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun signifikan 1,45% ke level 223,84, sementara Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,36% ke posisi 382,72.

Di sisi lain, pergerakan indeks utama cenderung bervariasi. Indeks LQ45 terkoreksi tipis 0,02% ke level 630,88, dan KOMPAS100 melemah 0,17% menjadi 829,30. Hanya IDX30 yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis 0,01% ke level 351,51.

Saham Tambang Terpantau Memerah, Perbankan Masih Bertahan

Tekanan jual paling terlihat pada emiten-emiten tambang dan energi. Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) memimpin pelemahan dengan turun 2,09% ke level 1.640. Disusul saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang terkoreksi 1,03% ke posisi 9.625.

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 0,94% ke level 4.210
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melemah ke level 3.080
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkoreksi 1,09% menjadi 182
  • PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melemah 0,39% ke level 2.560

Meski mayoritas bergerak di zona merah, sejumlah saham berkapitalisasi besar masih mampu menunjukkan ketahanan. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) tercatat naik 0,27% ke level 1.850 pada awal sesi perdagangan.

Pelaku Pasar Tunggu Sinyal Suku Bunga Global

Pelemahan IHSG hari ini terjadi di tengah sentimen eksternal yang masih membayangi pasar keuangan regional. Rupiah yang melemah ke level Rp 17.839 turut menambah tekanan bagi investor asing untuk melakukan aksi jual di pasar saham domestik.

Pelaku pasar tampaknya memilih bermanuver hati-hati sambil menunggu kejelasan arah kebijakan moneter The Fed. Sikap wait and see ini membuat volume perdagangan pada awal sesi cenderung terbatas, dengan mayoritas investor memilih mengamati pergerakan pasar terlebih dahulu.

Secara teknikal, level 6.400 menjadi support psikologis terdekat yang perlu dipertahankan IHSG. Jika tekanan jual berlanjut, bukan tidak mungkin indeks akan menguji level tersebut pada sesi perdagangan berikutnya.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bitvonline.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks