BANTEN — Angka penjualan sepeda motor di dalam negeri menunjukkan akselerasi pada Juli. Data yang dirilis AISI mencatat pertumbuhan 8,34% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menandakan daya beli masyarakat terhadap kendaraan roda dua masih solid di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Proyeksi AISI untuk pasar motor domestik pada 2026 pun dirilis. Asosiasi memperkirakan total penjualan akan berada di rentang 6,4 juta hingga 6,7 juta unit, dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang berpotensi terjadi sepanjang tahun.
Proyeksi tersebut tidak lepas dari capaian tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, penjualan sepeda motor domestik mencapai 6.412.769 unit, tumbuh 1,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata penjualan bulanan berada di angka sekitar 535 ribu unit.
Angka rata-rata bulanan ini menjadi dasar penting bagi AISI dalam menyusun skenario pasar 2026. Dengan asumsi kondisi ekonomi tetap stabil, permintaan domestik diperkirakan mampu bertahan di level yang sama atau mengalami sedikit peningkatan.
Stabilitas pasar roda dua tahun depan tidak lepas dari beberapa variabel. AISI menyebut berbagai kondisi dan tantangan yang berpotensi terjadi sepanjang tahun menjadi pertimbangan utama dalam menyusun angka proyeksi tersebut.
Kebijakan pemerintah, suku bunga kredit kendaraan bermotor, serta harga komoditas menjadi faktor yang turut menentukan laju pasar. Industri pun menunggu kepastian terkait insentif atau regulasi baru yang dapat mempengaruhi daya beli konsumen.
Pencapaian pertumbuhan 8,34% pada Juli menjadi sinyal positif bagi industri. Capaian ini menunjukkan bahwa momentum penjualan tidak melambat setelah periode Lebaran, yang biasanya menjadi puncak penjualan tahunan.
Dengan data ini, industri optimistis target penjualan akhir tahun dapat tercapai. Namun, kewaspadaan tetap dijaga mengingat dinamika ekonomi global dan domestik yang bisa berubah cepat hingga akhir tahun.