BANTEN — Program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu memasuki masa jeda operasional seiring libur sekolah. BGN tidak akan menyalurkan makanan bergizi selama anak-anak tidak berada di sekolah. Seluruh sumber daya dialihkan untuk evaluasi internal.
Audit Total 5.000 Dapur dan Perbaikan Data Penerima
Agustina Arumsari, yang akrab disapa Arum, menegaskan bahwa penghentian ini bersifat sementara dan terencana. "Kami akan stop semua, kami akan audit semua dapur sehingga nanti mudah-mudahan ketika nanti anak-anak sudah masuk sekolah kita sudah lebih baik," ujarnya di hadapan awak media.
BGN menargetkan pemeriksaan menyeluruh terhadap ribuan dapur yang tersebar di berbagai daerah. Proses audit ini mencakup aspek higienitas, efisiensi biaya produksi, hingga kepatuhan terhadap standar gizi yang ditetapkan. Hasil audit akan menjadi dasar perbaikan operasional setelah libur usai.
Pusdatin BGN Genjot Sinkronisasi Data Antar-Lembaga
Salah satu titik lemah yang diakui BGN adalah akurasi data penerima manfaat. Ke depan, Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BGN akan berkoordinasi intensif dengan kementerian dan lembaga terkait. Tujuannya, menyatukan data kependudukan, data sekolah, dan data keluarga penerima manfaat dari berbagai sumber.
Arum menyoroti masalah koordinasi data di masa lalu. "Hanya mungkin di masa lalu kemarin ada yang versinya, 'Oh ya BGN yang tidak mau menerima data kami,' atau sebaliknya, 'Oh yang mereka tidak kasih.' Nah, itu saya yakin sekarang ini adalah program prioritas maka saya yakin dari kementerian lembaga pun akan mendukung kami," tuturnya. Sinkronisasi ini diharapkan meminimalkan duplikasi dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Evaluasi Jadi Kunci Keberlanjutan Program Prioritas Nasional
Langkah BGN menghentikan sementara program MBG menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kualitas. Program yang menyasar jutaan anak sekolah ini membutuhkan tata kelola yang rapi agar tidak menimbulkan masalah baru di lapangan. Dengan jeda ini, BGN memiliki waktu untuk membenahi sistem sebelum distribusi massal dilanjutkan kembali.
Belum ada kepastian tanggal pasti kapan penyaluran akan dimulai lagi. BGN menyatakan akan menyesuaikan dengan kalender masuk sekolah setelah libur. Pemerintah berharap evaluasi ini menghasilkan program yang lebih efektif dan akuntabel ke depannya.