Pencarian

Krisis Air Bersih di Tangerang Meluas ke 12 Kecamatan, 8.135 Kepala Keluarga Terdampak Kekeringan

Kamis, 30 Juli 2026 • 22:53:31 WIB
Krisis Air Bersih di Tangerang Meluas ke 12 Kecamatan, 8.135 Kepala Keluarga Terdampak Kekeringan
Warga mengantre di titik distribusi air bersih di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Kamis (tanggal).Petugas BPBD Kabupaten Tangerang mengisi jeriken warga dengan air bersih di Kecamatan Tigaraksa, Kamis (tanggal).Truk tangki air bersih bersiap mendist

TANGERANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, mencatat perluasan signifikan wilayah terdampak kekeringan. Berdasarkan laporan yang dihimpun hingga Kamis, sebanyak 8.135 kepala keluarga di 12 kecamatan mengalami krisis air bersih.

12 Kecamatan Terdampak, 41 Titik Distribusi Darurat

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik merinci, 12 wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Legok, Tigaraksa, Panongan, Rajeg, Kronjo, Curug, Kelapa Dua, Cikupa, Sukadiri, Balaraja, Mekar Baru, dan Pagedangan.

"Dari 31 desa itu ada 41 titik lokasi. Jadi satu desa ada yang dua, ada yang empat, ada yang satu begitu," ujarnya di Tangerang, Kamis.

Luasan dampak ini menunjukkan pola kekeringan yang tidak merata di setiap desa. Beberapa desa memiliki lebih dari satu titik krisis, sementara desa lain hanya satu lokasi terdampak.

Pemerintah Siapkan Status Siaga Bencana Kekeringan

Menghadapi situasi ini, BPBD tengah memproses penetapan status siaga bencana kekeringan. Langkah tersebut dinilai krusial untuk memperkuat koordinasi lintas instansi dan membuka pintu bagi partisipasi pihak swasta dalam penanganan darurat.

"Sampai sementara ini kita membantu terus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tapi melihat ini kondisi hujan belum turun, pasti kami mencari terobosan," tutur Taufik.

Pemerintah daerah saat ini berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Kerta Raharja, Dinas Perumahan dan Permukiman, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang untuk mendistribusikan bantuan air bersih ke titik-titik terdampak.

Opsi Modifikasi Cuaca Masih Dikaji

BPBD juga terus memantau perkembangan cuaca bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Apabila kondisi kekeringan semakin meluas dan faktor atmosfer mendukung, pemerintah membuka peluang untuk mengusulkan operasi modifikasi cuaca sebagai langkah mitigasi jangka pendek.

"Kita belum arah ke sana. Namun, nanti kita akan buatkan dulu status siaga bencana dalam penanganan kedaruratan kekeringan ini," kata dia.

Keputusan untuk mengajukan modifikasi cuaca akan diambil setelah status siaga bencana ditetapkan dan hasil pemantauan BMKG menunjukkan potensi keberhasilan operasi tersebut.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks