Pencarian

6 Kuliner Khas Banten dari Sate Bandeng hingga Laksa Tangerang, Warisan Kesultanan yang Melegenda

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 08:55:31 WIB
6 Kuliner Khas Banten dari Sate Bandeng hingga Laksa Tangerang, Warisan Kesultanan yang Melegenda

SERANG — Kekayaan kuliner Banten tidak bisa dilepaskan dari jejak sejarah Kesultanan Banten yang pernah berjaya. Hidangan-hidangan tradisional yang berkembang di wilayah ini bukan sekadar makanan, melainkan cerminan akulturasi budaya yang berlangsung berabad-abad. Perpaduan rempah Nusantara dengan pengaruh pedagang asing menghasilkan cita rasa yang sulit ditemukan di daerah lain.

Bagi perantau yang pulang kampung atau wisatawan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Banten, mencicipi makanan khas menjadi cara paling otentik untuk memahami karakter daerah ini. Berikut enam kuliner yang sayang untuk dilewatkan.

1. Sate Bandeng: Ikon Kuliner yang Duri-Durinya Dibuang

Sate bandeng adalah hidangan paling identik dengan Banten, khususnya Kota Serang. Keunikannya terletak pada teknik pengolahan yang rumit: daging ikan bandeng dikeluarkan dari kulit dan dipisahkan dari durinya, lalu dicampur bumbu rempah dan santan. Adonan daging tersebut kemudian dimasukkan kembali ke dalam kulit ikan sebelum dipanggang.

Hasilnya, tekstur daging terasa lembut dengan dominasi rasa gurih dan aroma khas pembakaran. Pemerintah Provinsi Banten mencatat hidangan ini sebagai kuliner ikonik yang tetap eksis hingga kini. Sate bandeng juga kerap menjadi pilihan utama oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Serang.

2. Rabeg: Hidangan Daging Kambing Warisan Kesultanan

Rabeg populer di wilayah Serang dan sekitarnya. Hidangan berbahan dasar daging atau jeroan kambing ini dimasak dengan racikan rempah kuat seperti pala, lada, kayu manis, jahe, dan lengkuas. Sentuhan kecap memberikan keseimbangan rasa manis yang berpadu dengan gurih dan sedikit pedas.

Kuliner ini memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kesultanan Banten. Hingga kini, rabeg masih mudah ditemukan di sejumlah kawasan di Serang dan menjadi favorit bagi mereka yang menyukai hidangan daging berbumbu pekat.

3. Nasi Sumsum: Sajian Unik yang Dibungkus Daun Pisang

Nasi sumsum menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda dari kebanyakan sajian nasi. Hidangan khas Serang ini menggunakan nasi yang dipadukan dengan sumsum tulang, kemudian dibungkus daun pisang dan dibakar. Proses pembakaran menghasilkan aroma daun pisang yang khas, berpadu dengan rasa gurih dari sumsum.

Nasi sumsum paling nikmat disantap dalam keadaan hangat, bisa dilengkapi sambal atau lauk pendamping. Keunikannya terletak pada penggunaan sumsum sebagai bagian dari olahan nasi, menciptakan tekstur dan rasa yang tidak ditemukan pada nasi biasa.

4. Angeun Lada: Sensasi Pedas dari Selatan Banten

Bagi pencinta makanan pedas dan kaya rempah, angeun lada adalah pilihan yang tepat. Hidangan berkuah ini biasanya menggunakan jeroan serta daging kerbau atau sapi. Keistimewaannya ada pada penggunaan daun walang yang memberikan aroma khas dan membedakannya dari gulai atau sayur berkuah lainnya.

Perpaduan rempah, daging, dan kuah menghasilkan cita rasa pedas, gurih, serta sedikit manis. Makanan ini banyak ditemukan di wilayah selatan Banten seperti Pandeglang dan Lebak, dan kerap disajikan dalam momen keluarga serta perayaan tertentu.

5. Laksa Tangerang: Perpaduan Dua Budaya

Laksa Tangerang memiliki karakter berbeda dibandingkan laksa dari daerah lain. Mi berbahan tepung beras disiram kuah berbumbu, lalu dilengkapi ayam, telur rebus, dan tahu. Pemerintah Provinsi Banten mencatat ada dua jenis laksa yang berkembang di Tangerang: Laksa Nyai dari masyarakat pribumi dan Laksa Nyonya dari kalangan masyarakat Tionghoa Tangerang.

Perbedaan ini menjadi bukti kekayaan kuliner Tangerang yang terbentuk dari keberagaman budaya masyarakatnya. Dua varian laksa tersebut sama-sama layak dicoba untuk merasakan perpaduan rasa yang unik.

6. Pecak Bandeng: Alternatif Pedas Penggemar Sambal

Selain diolah menjadi sate, ikan bandeng juga nikmat disajikan sebagai pecak bandeng. Ikan dibakar kemudian disiram sambal yang terbuat dari cabai, bawang merah, terasi, dan perasan jeruk limau. Rasa pedas, gurih, dan asam berpadu sempurna, cocok disantap bersama nasi hangat.

Olahan ini menjadi pilihan alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati ikan bandeng dengan sensasi berbeda. Banten memang tidak pernah kehabisan cara untuk mengolah hasil lautnya menjadi hidangan yang menggugah selera.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infoekonomi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks