SERANG — Sebanyak delapan Jembatan Merah Putih Presisi Nusantara di wilayah hukum Polresta Serang Kota resmi beroperasi. Peresmian dilakukan serentak secara daring oleh Presiden RI Prabowo Subianto, dengan lokasi seremonial untuk wilayah Polresta Serang Kota dipusatkan di Kampung Pasar Sore, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.
Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria menjelaskan, program ini mencakup pembangunan tiga jembatan baru dan revitalisasi lima jembatan yang sebelumnya sudah ada. Proyek ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat.
“Pembangunan dan revitalisasi jembatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat, khususnya mempermudah akses anak-anak sekolah serta mendukung aktivitas warga sehari-hari,” kata Yudha.
Jembatan Baru Hubungkan Dua Desa di Pabuaran
Salah satu jembatan yang menjadi lokasi peresmian berada di Kampung Pasar Sore. Jembatan ini memiliki panjang sekitar enam meter dengan lebar 1,5 meter dan berfungsi sebagai penghubung antara Desa Pasar Sore dengan Desa Cikalapa.
Keberadaan infrastruktur ini langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. Bunyamin, tokoh masyarakat Kampung Pasar Sore, menuturkan bahwa akses tersebut memberikan kemudahan bagi warga yang membutuhkan jalur penghubung dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Adanya jembatan ini sangat membantu masyarakat dan mempermudah aktivitas warga,” ujar Bunyamin.
Delapan Titik Jembatan yang Dibangun dan Direvitalisasi
Jembatan Merah Putih Presisi Nusantara tersebut tersebar di delapan lokasi berbeda. Berikut sebaran delapan jembatan yang telah diresmikan:
- Kampung Cisaat, Kecamatan Padarincang
- Kampung Sidik, Kecamatan Walantaka
- Kampung Legok Sukmajaya, Kecamatan Taktakan
- Kampung Kasturi, Kecamatan Baros
- Kampung Pasar Sore, Kecamatan Pabuaran
- Kampung Ujung Tebu, Kecamatan Ciomas
- Kampung Cibangkong, Kecamatan Waringinkurung
- Kampung Sidungkul, Kecamatan Kramatwatu
Fungsi Strategis Jembatan bagi Aktivitas Warga
Menurut Kombes Pol Yudha Satria, jembatan tidak hanya berfungsi sebagai penghubung wilayah secara fisik. Infrastruktur ini dinilai berperan penting dalam memperlancar roda perekonomian dan kegiatan sosial warga yang selama ini terkendala akses antarkampung.
Dengan adanya jembatan baru yang lebih representatif, jalur tempuh warga menjadi lebih pendek dan aman. Hal ini terutama berdampak pada anak sekolah yang sebelumnya harus memutar jauh untuk mencapai sekolah di desa tetangga.
Peresmian serentak ini menegaskan komitmen Polri dalam mendukung pembangunan daerah, berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk menghadirkan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan langsung masyarakat di tingkat akar rumput.